–klivetvindonesia.com– Siapakah beliau?Beliau adalah pimpinan perlawanan gerakan Hamas di Palestina. Seorang pejuang yang syahid dengan gagah berani, menjemput kemuliaannya di tengah permukiman Gaza, hanya bersenjatakan sebatang tongkat kayu rapuh untuk menghadapi drone maut Zionis.
Apa yang diperjuangkan beliau?
Beliau memperjuangkan tanah airnya Palestina. Beliau menolak sejengkal pun tanah Gaza dirampas penjajah Zionis, apalagi jika Palestina dipaksa tunduk pada skema “dua negara” yang sejatinya melegitimasi penjajahan. Baginya, Palestina adalah satu, tanah leluhur yang harus dipertahankan, bukan dikompromikan. Namun, amat disayangkan, sebagian besar negara negara muslim justru mendukung solusi dua negara, seakan menutup mata pada kenyataan bahwa solusi itu sama saja dengan mengakui eksistensi negara penjajah. Bukankah itu berarti pengkhianatan terhadap darah para syuhada? Bukankah itu berarti menyamakan kedudukan korban dengan penjajah?
Saatnya kita menggugat!
Apakah dunia sudah kehilangan nuraninya hingga rela menukar tanah suci Palestina dengan kesepakatan palsu? Apakah para pemimpin muslim sudah begitu lemah hingga lebih tunduk pada tekanan internasional ketimbang membela saudara seimannya?
Mari kita doakan saudara saudara kita di Palestina, semoga Allah memberikan kekuatan dan keberkahan dalam perjuangan mereka mempertahankan tanah leluhur dari cengkeraman penjajah. Aamiin.





