Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus, Kolom Abu Capai 6.000 Meter Hantui Flores Timur

Flores Timur, KLTV Indonesia – Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Jumat malam, 19 September 2025, sekitar pukul 22.46 WITA. Erupsi kali ini cukup besar dengan kolom abu menjulang setinggi 6.000 meter di atas puncak, terhembus ke arah barat dan barat daya.

Menurut laporan pos pengamatan gunung api, letusan disertai suara gemuruh dan lontaran material vulkanik. Warga sekitar mengaku merasakan getaran ringan, meski tidak sekuat gempa. Hujan abu dilaporkan mulai turun di beberapa desa yang berada di kaki gunung.

Sejak statusnya dinaikkan menjadi Level IV (Awas) pada 6 September 2025, aktivitas Gunung Lewotobi sempat cenderung stagnan dengan dominasi erupsi hembusan. Namun, letusan kali ini membuktikan bahwa potensi bahaya masih sangat tinggi dan masyarakat diminta untuk tidak lengah.

“Kolom abu mencapai lebih dari enam kilometer, arahnya ke barat dan barat daya. Kami terus melakukan pemantauan intensif. Masyarakat harus mematuhi rekomendasi radius aman tujuh kilometer dari puncak,” tegas petugas PVMBG kepada media

Warga yang bermukim di sekitar wilayah lereng diminta segera mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama saat hujan abu mulai turun. Penggunaan masker, kacamata pelindung, dan stok air bersih menjadi kebutuhan utama. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan beberapa titik evakuasi dan posko kesehatan darurat.

Sementara itu, Kepala BPBD Flores Timur menyatakan pihaknya sudah mengirimkan peringatan darurat melalui aparat desa dan jaringan komunikasi lokal. “Kami terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan relawan untuk memastikan jalur evakuasi tetap terbuka. Keselamatan warga adalah prioritas,” ujarnya.

Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada. Para ahli mengingatkan bahwa erupsi gunung api sulit diprediksi dengan tepat. Ancaman bahaya tidak hanya berasal dari lontaran material, tetapi juga potensi banjir lahar dingin jika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki kali ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan letusan gunung api. Warga diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan BPBD setempat, serta tidak mudah terprovokasi kabar yang belum terverifikasi.

“Keselamatan jiwa jauh lebih utama. Ikuti instruksi petugas dan jangan nekat mendekati zona berbahaya,” tutup laporan resmi PVMBG.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *