Sungguh Meriah Milad ke-3 Pusaka Soppeng , LBCI Makassar Terima Penghargaan dan Sambangi Panre Bessi

SOPPENG – KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com – Perayaan milad ke-3 Lembaga Seni Budaya (LSB) Pusaka Soppeng berlangsung meriah di kediaman H.A. Kaswadi Razak, mantan Bupati Soppeng dua periode, Sabtu (20/9/2025). Dengan mengusung tema “Mattuluq Paroja Teppetu Sirangrang”, acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperdalam kecintaan terhadap warisan budaya leluhur.

 

Tema tersebut memiliki makna filosofis yang mendalam. Dalam tradisi Bugis, tulu parajo memiliki banyak arti, di antaranya tali berpilir tiga, tali bajak, hingga tali yang dibuat dari kulit kerbau. Sebagian budayawan juga menyebutnya ulang welulang/ulang belulang, yakni tali kulit hewan yang sejak dahulu dipakai untuk mengikat. Ungkapan lengkapnya, “Mattuluq Paroja Teppetu Sirangrang, Padapi Mapettu”, berarti terjalin laksana tali pengikat batang bajak pada luku yang selalu bertautan, tak akan putus sebelum putus ketiganya. Filosofi ini menjadi perlambang eratnya persahabatan, di mana masing-masing saling memperkuat sehingga ikatan tidak mudah terputus. Apabila satu melemah, maka semua akan ikut melemah.

Kehadiran para tokoh penting semakin menghidupkan suasana. Turut hadir Ketua DPRD Soppeng H.A. Muhammad Farid, Kajari Soppeng, Dandim, Wakapolres, Datu Soppeng A. Tantu, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, serta tokoh budaya Kasmin Petta Lajallo Dg. Pareppa selaku Ketua Umum Pusaka Soppeng. Mereka kompak memberikan apresiasi atas eksistensi komunitas budaya yang kini memasuki usia tiga tahun.

Dari Makassar, Ketua Lembaga Badik Celebes Indonesia (LBCI) DPC Makassar, Andi Hasanuddin atau akrab disapa Puang Acang, hadir memberikan dukungan penuh. LBCI dikenal sebagai organisasi yang konsisten melestarikan pusaka, khususnya badik, sebagai simbol kehormatan dan identitas budaya Bugis-Makassar.

“Silaturahmi seperti ini sangat penting. Melalui pusaka, kita tidak hanya menjaga warisan nenek moyang, tetapi juga membangun kebersamaan. Budaya adalah jati diri kita,” ujar Andi Hasanuddin saat ditemui tim KLTV Indonesia.

Kemeriahan juga terlihat pada sesi pameran, di mana ratusan pusaka dipamerkan mulai dari jenis keris, parang, kalewang, kawali, badik, hingga tombak. Sejumlah pemerhati pusaka dan pecinta budaya turut hadir memeriahkan milad ini, menjadikan suasana semakin semarak dan penuh kekaguman terhadap kekayaan warisan leluhur.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi adat tapak sirih (maggiri), menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan-sambutan, tarian tradisional, hingga barter pusaka. Momen barter ini menjadi daya tarik tersendiri karena mempertemukan kolektor sekaligus pelestari warisan budaya dari berbagai daerah.

Sebagai bentuk penghargaan, panitia memberikan piagam tanda terima kasih kepada beberapa pemerhati Budaya , termasuk kepada LBCI DPC Makassar. Piagam ini menjadi simbol apresiasi atas partisipasi aktif dan dukungan dalam menjaga keberlangsungan tradisi.

Usai acara, Andi Hasanuddin melanjutkan agenda dengan menyambangi beberapa pandai besi (panre bessi) ternama di Kabupaten Soppeng. Kunjungan ini tidak sekadar silaturahmi, tetapi juga wujud penghargaan terhadap para maestro pembuat pusaka yang hingga kini masih menjaga teknik tradisional dalam menempa badik dan senjata adat lainnya.

Milad ke-3 Pusaka Soppeng menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap budaya dan pusaka tidak pernah pudar. Justru di era modernisasi, warisan leluhur semakin mendapat tempat sebagai sumber inspirasi, kebanggaan, sekaligus penguat identitas lokal.

Dengan tagline khasnya “Kurusumange, Salamaki to Pada Salama”, acara ini menegaskan pesan bahwa budaya adalah perekat silaturahmi, penguat persaudaraan, dan warisan yang wajib dijaga lintas generasi.

Penulis: Tim Redaksi KLTV INDONESIA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *