MAKASSAR-KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com,MAKASSAR – KLTV INDONESIA – Suasana semarak mewarnai Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Sabtu (20/9/2025), saat prajurit Yonmarhanlan VI Makassar menyambut kedatangan KRI Bima Suci. Kapal layar kebanggaan TNI AL itu membawa 97 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-72 dalam rangka Pelayaran Kartika Jala Krida Tahun 2025.
Penyambutan berlangsung penuh khidmat sekaligus meriah. Para prajurit berjajar rapi, memperlihatkan sikap hormat dan kebanggaan atas hadirnya generasi muda calon perwira TNI Angkatan Laut. Kedatangan kapal latih layar terbesar milik TNI AL ini sekaligus menjadi momentum memperkuat semangat kebaharian di Makassar, salah satu kota maritim penting di Indonesia timur.
Komandan Yonmarhanlan VI Makassar, Letkol Marinir Kurnia Hendra W, M.Tr.Opsla., menegaskan bahwa penyambutan ini adalah bentuk dukungan moral kepada para taruna. “Kami menyambut kedatangan KRI Bima Suci dengan penuh kebanggaan. Semoga perjalanan ini menjadi pengalaman berharga bagi para taruna dalam mengarungi samudra dan menyiapkan diri sebagai perwira TNI AL di masa depan,” ungkapnya kepada media KLTV Indonesia.
Pelayaran Kartika Jala Krida merupakan program rutin Akademi Angkatan Laut yang bertujuan melatih taruna dalam navigasi, kepemimpinan, serta keterampilan kemaritiman. Dengan menggunakan KRI Bima Suci, para taruna tidak hanya berlatih di kapal modern, tetapi juga merasakan langsung tantangan kehidupan di laut lepas.
Makassar menjadi salah satu kota persinggahan penting dalam pelayaran ini. Kehadiran kapal legendaris tersebut bukan hanya disambut oleh jajaran TNI AL, tetapi juga menarik perhatian masyarakat sekitar pelabuhan. Banyak warga menyempatkan diri melihat dari dekat megahnya KRI Bima Suci yang dikenal sebagai kapal layar tiang tinggi kebanggaan bangsa.
KRI Bima Suci adalah kapal latih layar yang diresmikan pada tahun 2017 untuk menggantikan KRI Dewaruci yang telah lebih dulu mengabdi sejak 1953. Dibangun di galangan kapal Freire Shipyard, Spanyol, kapal ini memiliki panjang 111 meter dengan tiga tiang utama setinggi 49 meter. Dengan layar berjumlah 26 helai, KRI Bima Suci mampu berlayar mengandalkan tenaga angin, sehingga sangat efektif untuk melatih taruna dalam ilmu pelayaran tradisional sekaligus modern.
Selain sebagai kapal latih, KRI Bima Suci juga menjalankan misi diplomasi maritim dengan membawa misi persahabatan ke berbagai negara. Kapal ini telah singgah di puluhan pelabuhan dunia, memperkenalkan budaya Indonesia, dan menjalin hubungan baik dengan berbagai angkatan laut mancanegara.
Letkol Marinir Kurnia menegaskan, penyambutan di Makassar menjadi pengingat bahwa laut adalah masa depan bangsa. “Indonesia adalah negara maritim, dan generasi muda harus menumbuhkan kembali kecintaan pada laut. Taruna AAL ini adalah simbol harapan kita semua untuk menjaga kedaulatan NKRI,” tegasnya.
Kegiatan penyambutan berlangsung lancar hingga kapal kembali bertolak melanjutkan rute pelayaran. Bagi taruna, pengalaman singgah di Makassar akan menjadi catatan berharga dalam perjalanan panjang mereka menuju kedewasaan sebagai calon perwira laut.
Dengan kehadiran KRI Bima Suci dan semangat para taruna AAL, Makassar sekali lagi menegaskan dirinya sebagai kota maritim yang lekat dengan sejarah kebaharian dan siap menyongsong masa depan bangsa dari laut.




