TAKALAR – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com-– Bahaya narkoba semakin mengintai generasi muda, termasuk di lingkungan sekolah. Untuk mencegah hal itu, Polres Takalar melalui Satuan Reserse Narkoba bersama pihak sekolah menggelar sosialisasi pencegahan narkoba di SMAN 8 Takalar, Rabu (10/9/2025) pagi.
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah sejak pukul 09.00 WITA ini diikuti ratusan siswa-siswi. Mereka mendapat penjelasan langsung mengenai dampak buruk penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan cara menghindarinya. Sosialisasi dipimpin oleh KBO Sat Resnarkoba Polres Takalar, Ipda Nurdiansyah, SH., Ps., dan didukung penuh oleh pihak sekolah.
Kepala UPT SMAN 8, Irwan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian kepolisian yang memberikan edukasi langsung kepada peserta didik. Menurutnya, langkah ini penting agar siswa-siswi semakin sadar akan bahaya narkoba yang bisa merusak masa depan.
“Ini bentuk kepedulian kami bersama pihak kepolisian. Harapannya anak-anak di SMAN 8 bisa terhindar dari barang haram yang namanya narkoba. Kerja sama ini akan terus kami lakukan demi melindungi generasi muda,” jelas Irwan kepada KLTV Indonesia.
Dalam pemaparan materi, Ipda Nurdiansyah menekankan bahwa narkoba bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak kesehatan fisik dan mental. Ia mengingatkan para siswa agar tidak mudah terpengaruh ajakan teman maupun lingkungan yang bisa menyeret pada penyalahgunaan obat terlarang.
“Sekali mencoba narkoba, bisa jadi awal dari kehancuran masa depan. Jangan pernah percaya dengan anggapan bahwa narkoba bisa membuat kuat atau percaya diri. Itu hanya jebakan yang berujung pada penderitaan,” tegas Ipda Nurdiansyah.
Sosialisasi ini juga diisi sesi tanya jawab. Beberapa siswa tampak antusias mengajukan pertanyaan terkait cara mengenali narkoba dan langkah hukum jika ada teman yang terlibat. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda masih memiliki rasa ingin tahu yang tinggi untuk menjaga diri dari ancaman narkotika.
Salah seorang siswi, Nur (16), mengaku kegiatan ini membuatnya semakin paham tentang bahaya narkoba.
“Biasanya kami hanya dengar sekilas di media sosial atau televisi. Tapi setelah dijelaskan langsung oleh polisi, saya jadi lebih mengerti bahwa narkoba itu sangat berbahaya. Saya berjanji akan menjaga diri dan mengingatkan teman-teman agar tidak coba-coba,” ungkapnya.
Pihak sekolah menegaskan, kegiatan ini bukan yang terakhir. SMAN 8 akan terus bekerja sama dengan aparat kepolisian dan instansi terkait untuk menggelar program edukasi serupa secara berkala. Tujuannya agar pencegahan narkoba tidak berhenti hanya sebatas sosialisasi, melainkan benar-benar tertanam dalam perilaku siswa.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan SMAN 8 Takalar menjadi sekolah yang bersih dari narkoba dan mampu mencetak generasi berprestasi, sehat, serta bebas dari pengaruh barang haram.
Penulis: Ikbal Nakku – KLTV Indonesia







