Kejar-kejaran Polisi dan Pedemo di Takalar, 5 Pemuda Diamankan

TAKALARKLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com-– Aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Takalar pada Rabu (10/9/2025) siang berubah ricuh hingga memaksa aparat kepolisian turun tangan. Tim Resmob Polres Takalar yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Hatta, SH., terlibat aksi kejar-kejaran dengan sekelompok pemuda yang diduga hendak merusak fasilitas gedung dewan.

 

Ketegangan bermula saat massa mulai bertindak anarkis. Aparat yang sebelumnya hanya melakukan pengamanan terpaksa mengambil langkah tegas. “Kami tidak ingin ada fasilitas negara yang rusak akibat aksi ini. Tim langsung bergerak cepat mengamankan pelaku,” ujar AKP Hatta kepada wartawan KLTV Indonesia.

Yang lebih mengejutkan, para pelaku bukan dari kalangan mahasiswa atau aktivis organisasi, melainkan sebagian besar masih berstatus pelajar. Dari hasil pemeriksaan awal, terungkap bahwa beberapa di antara mereka diduga dalam pengaruh minuman keras saat melakukan aksi.

“Ini sangat disayangkan, karena yang ikut merusak justru anak-anak muda, bahkan ada yang masih SMA. Kami temukan indikasi mereka sudah minum minuman beralkohol sebelum beraksi,” tambah Kasat Reskrim.

Dalam operasi cepat itu, polisi berhasil mengamankan lima pemuda yang diduga menjadi provokator. Mereka ditangkap karena dianggap memicu kericuhan dan hampir merusak pintu serta fasilitas kantor DPRD Takalar. Para pelaku kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Takalar.

Aparat juga menegaskan, langkah ini bukan sekadar penindakan, tetapi juga bentuk edukasi agar generasi muda Takalar tidak terjerumus dalam aksi merusak dan anarkis.

 

“Kami berharap ini jadi pelajaran penting bagi yang lain. Menyampaikan aspirasi boleh, tapi jangan sampai merugikan orang lain atau merusak fasilitas negara,” tegas AKP Hatta.

Selain Resmob, jajaran Sabhara Polres Takalar juga turut dikerahkan untuk mengendalikan situasi agar tidak semakin meluas. Berkat kesigapan aparat, situasi di sekitar kantor DPRD Takalar kembali kondusif menjelang sore hari.

Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, tentang konsekuensi hukum bagi siapa pun yang terlibat dalam perusakan fasilitas umum. Tindakan tersebut bisa dijerat pasal pidana dengan ancaman hukuman penjara, meskipun pelaku masih berstatus pelajar.

Kejadian ini menjadi peringatan serius bahwa penyalahgunaan alkohol di kalangan remaja dapat memicu perilaku berisiko, termasuk terlibat dalam tindakan kriminal. Polres Takalar pun berencana menggandeng sekolah dan tokoh masyarakat untuk mengedukasi para pemuda tentang bahaya miras serta pentingnya menyalurkan aspirasi dengan cara yang benar.

Kepolisian berkomitmen meningkatkan patroli serta pengawasan di titik-titik rawan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Tugas kami menjaga keamanan, dan itu akan terus kami lakukan untuk kebaikan masyarakat Takalar,” pungkas AKP Hatta.

Penulis: Ikbal Nakku – KLTV Indonesia

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *