Bogor -KLTV INDONESIA.COM- Suasana khidmat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di sebuah majelis taklim di Gang Becek, Kampung Ciapus Kompas, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, berubah menjadi kepanikan dan duka mendalam. Pada Minggu pagi (7/9/2025), bangunan tempat acara berlangsung mendadak roboh saat dipadati puluhan jamaah, mayoritas ibu-ibu, yang tengah mengikuti pengajian.
Menurut informasi yang cukup di Percaya bahwa, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Tercatat sekitar 50 orang jamaah berada di dalam bangunan ketika atap dan dinding ambruk. Diduga, kondisi bangunan yang berdiri di tepi jurang dengan struktur tidak memadai tidak mampu menahan beban berat akibat banyaknya jamaah yang hadir.
“Korban masih terus dievakuasi, sementara yang kami catat ada sekitar 40 orang yang mengalami luka-luka. Ada yang patah lengan, patah kaki, dan luka serius lainnya. Untuk korban jiwa, sementara ini ada tiga sampai empat orang yang dinyatakan meninggal dunia,” ujar salah satu relawan di lokasi
Warga sekitar bahu-membahu membantu proses evakuasi. Tangisan dan jeritan histeris mewarnai suasana, terutama dari keluarga yang kehilangan anggota tercinta. Ambulans hilir mudik membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Pemerintah setempat bersama aparat kepolisian dan TNI segera turun tangan. Tim Basarnas juga dikerahkan untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal di bawah reruntuhan. Hingga siang hari, proses evakuasi masih terus dilakukan secara intensif.
Gubernur Jawa Barat turut hadir meninjau lokasi kejadian. Kehadirannya menjadi bentuk kepedulian sekaligus memberi arahan agar penanganan korban dilakukan secepat mungkin. “Kami turut berduka cita yang mendalam. Pemerintah provinsi akan membantu seluruh korban, baik yang mengalami luka maupun keluarga yang ditinggalkan,” ungkapnya.
Selain itu, pihak kepolisian menyatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kelayakan bangunan majelis taklim tersebut. Dugaan sementara, konstruksi bangunan yang tidak memenuhi standar keamanan menjadi penyebab utama tragedi ini.
Masyarakat luas pun diminta menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran penting. Pembangunan fasilitas publik, terutama yang digunakan untuk kegiatan keagamaan dengan kapasitas jamaah besar, harus memperhatikan aspek keselamatan dan standar konstruksi. Hal ini guna mencegah terulangnya tragedi serupa.
Meski duka menyelimuti, solidaritas warga tampak begitu kuat. Sejak kejadian, banyak sukarelawan berdatangan untuk memberikan bantuan, baik berupa tenaga, makanan, maupun donasi bagi keluarga korban. Peristiwa ini bukan hanya meninggalkan luka, tetapi juga mengingatkan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi musibah.





