SIDRAP – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com-– Sungguh menyedihkan nasib sejumlah petani di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) Sulawesi Selatan di musim kemarau ini menjadi buah bibir karena baru pertama kalinya dalam Sejarah Pertanian di Sidrap banyak Petani yang mengalami gagal panen karena hasilnya sungguh merosot tajam karena satu hektar sawah hasil panennya hanya satu setengah karung gabah .
Fenomena ini menimpa lahan persawahan milik Puang Eto, serta milik adiknya, puang Edy, di Dusun Pakenya, Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae. Kondisi serupa juga dialami petani di wilayah Pangkajene hingga sebelah Barat Jalan Menuju Sereang.
Informasi yang diperoleh bahwa , sekali panen, petani di wilayah tersebut bisa mengangkut hingga 40 karung gabah dari lahan 1 hektar. Namun kali ini, hasil yang di panen sangat turun drastis, akibat dari hal itu , mereka merasa sangat terpukul karena diluar dugaan panen itu gagal .
Keadaan yang demikian kami berharap tak berkelanjutan karena akan berdampak buruk dengan nasib kami jika panen kembali gagal ,” keluh salah seorang warga dengan intonasi suara yang penuh dengan kecewa, Jumat (29/8/2025).
Hasil investigasi di daerah itu diduga keras pemicu anjloknya hasil panen tersebut di karenakan serangan hama wereng yang meluas.
Serangan hama membuat batang padi kering sebelum waktunya, sehingga bulir padi gagal terisi. Akibatnya, hasil panen yang diperoleh jauh dari harapan,”ujar mereka.
Informasi di lapangan menyebutkan, hampir setiap lahan padi di kawasan tersebut mengalami penurunan hasil panen .
Kondisi ini dikhawatirkan menimbulkan krisis yang parah di tingkat rumah tangga petani, mengingat padi adalah sumber utama penghasilan petani tersebut.
Berkaitan dengan hal itu, Sekertaris Lembaga Pengawas Aparatur Negara RI Sulawesi Selatan, Frans Kato ,menyampaikan perlunya perhatian serius dari pemerintah daerah. Karena “Petani tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri. Harus ada langkah cepat dan tepat untuk melakukan penyemprotan massal dan pemberian bantuan agar mereka bisa bangkit kembali,” ujarnya
Di tengah situasi sulit seperti ini, Petani berharap agar Bupati Sidrap maupun dinas terkait segera turun tangan mengatasi masalah yang menimpa petani itu . dan mereka berharap ada solusi konkret, mulai dari pengendalian hama, penyediaan pupuk yang tepat, hingga pendampingan agar janji program panen tiga kali setahun dapat terwujud.
“Kalau tidak ada langkah nyata,Petani khawatir mereka akan semakin terpuruk. Sawah yang biasanya menjadi sumber harapan kini justru menjadi sumber kesedihan,” ungkap seorang petani dengan mata berkaca-kaca.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat di Desa Sereang dan sekitarnya masih menunggu perhatian dari pemerintah agar penderitaan yang mereka alami tidak berlarut-larut,” Tandasnya.










