Hilang Misterius di Perkebunan, Warga Lumaring Luwu Akhirnya Ditemukan dalam Kondisi Begini !!

 

LUWU – KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com-– Kepanikan sempat menyelimuti warga Desa Lumaring, Kabupaten Luwu, setelah seorang pria lanjut usia bernama Kallo (82) dilaporkan hilang saat pergi ke kebun pada Minggu (31/8/2025).

Menurut keterangan warga, Kallo terakhir terlihat pada pukul 16.00 Wita ketika hendak menyeberangi sungai menuju kebunnya. Saat itu, seorang warga sempat menanyakan tujuannya, dan sang lansia menjawab akan ke kebun seperti biasanya. Namun, hingga malam hari, ia tidak kembali ke rumah.

Warga mulai cemas karena diketahui bahwa Kallo kerap mengalami halusinasi. Dugaan kuat, kondisi tersebut membuatnya tersesat di area perkebunan yang cukup jauh dari pemukiman.

Pihak keluarga bersama masyarakat setempat langsung melakukan pencarian, namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil hingga keesokan harinya. Situasi ini kemudian dilaporkan ke TRC BPBD Luwu, yang segera mengerahkan tim untuk membantu pencarian.

Tim SAR gabungan bersama warga menyisir jalur perkebunan hingga ke arah pegunungan. Medan yang cukup terjal dan jarak pandang terbatas sempat menjadi tantangan dalam pencarian. Namun semangat gotong royong masyarakat bersama tim penyelamat terus terjaga.

Akhirnya, pada Senin (1/9/2025) sekitar pukul 13.35 Wita, Kallo berhasil ditemukan dalam keadaan selamat sekitar tiga kilometer dari lokasi terakhir ia terlihat. Kondisinya tampak lemah karena kelelahan, namun secara umum masih sehat.

“Alhamdulillah, korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis,” ujar salah satu anggota TRC BPBD Luwu.

Momen ditemukannya Kallo disambut lega oleh keluarga dan warga Desa Lumaring yang sejak awal ikut terlibat dalam pencarian. Rasa syukur pun tak henti-hentinya terucap, mengingat situasi yang sempat dianggap membahayakan jiwa.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi anggota keluarga yang sudah lanjut usia, terutama saat beraktivitas sendirian di area berisiko tinggi seperti kebun atau pegunungan.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *