Babinsa Tonasa Laksanakan Pemantauan Harga Bahan Pokok di Pasar Rakyat Balocci

PANGKEP-KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com,Balocci, Pangkep – Senin pagi, 01 September 2025, sekitar pukul 07.35 Wita, Serda Suhardi selaku Babinsa Kelurahan Tonasa melaksanakan kegiatan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Rakyat Balocci, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terkini harga kebutuhan pokok masyarakat serta memastikan stabilitas harga di pasaran tetap terjaga.

Pasar rakyat sebagai pusat transaksi masyarakat selalu menjadi indikator penting dalam melihat kestabilan ekonomi di tingkat bawah. Oleh karena itu, pemantauan harga kebutuhan sehari-hari menjadi agenda rutin Babinsa di wilayah teritorialnya. Kehadiran aparat di tengah aktivitas pasar juga memberikan rasa aman serta menjaga kenyamanan warga dalam bertransaksi.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga sejumlah komoditas pokok terpantau relatif stabil. Harga beras berada di kisaran Rp12.000 per kilogram, bawang merah Rp30.000/kg, bawang putih Rp35.000/kg, cabai besar Rp25.000/kg, dan cabai kecil Rp30.000/kg. Sementara itu, tomat dijual dengan harga bervariasi antara Rp10.000 hingga Rp15.000/kg.

Komoditas lainnya tercatat antara lain telur ayam ras Rp50.000 per rak, ayam potong Rp50.000 per ekor, minyak goreng kemasan Rp18.000 per liter, gula merah Rp26.000/kg, tepung terigu Rp11.000/kg, gula pasir Rp16.000/liter, tahu Rp10.000 per kantong, tempe Rp10.000 per potong, serta daging sapi Rp120.000/kg.

Secara umum, harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Balocci masih dalam kondisi wajar dan tidak menunjukkan lonjakan signifikan. Masyarakat pun terlihat tetap aktif melakukan transaksi, baik membeli maupun menjual, dalam suasana aman dan tertib.

Kegiatan pemantauan ini berakhir sekitar pukul 09.20 Wita dengan lancar. Melalui kegiatan ini, Babinsa tidak hanya melaksanakan fungsi pengawasan tetapi juga berinteraksi langsung dengan pedagang maupun masyarakat, sehingga dapat menyerap aspirasi terkait dinamika harga bahan pokok.

Dengan adanya pemantauan berkala, diharapkan pemerintah daerah bersama aparat terkait dapat lebih cepat mengantisipasi apabila terjadi gejolak harga, sehingga stabilitas ekonomi masyarakat tetap terjaga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *