Lembaga Badik Celebes Indonesia DPC Makassar Hadiri Seminar Budaya Disbud Kota Makassar

https://klivetvindonesia.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kebudayaan kembali menggelar seminar budaya bertajuk “Hasil Kajian Koleksi Museum Kota Makassar” yang masuk dalam program DAK Non Fisik Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 27 Agustus 2025, di Hotel Royal Bay, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar.

Kehadiran para pegiat budaya dari berbagai unsur membuat seminar ini terasa istimewa. Salah satunya datang dari Lembaga Badik Celebes Indonesia DPC Makassar yang turut ambil bagian sebagai peserta undangan.

 

Lembaga Badik Celebes Indonesia dikenal sebagai organisasi yang konsisten melestarikan warisan budaya lokal, khususnya senjata tradisional badik yang menjadi simbol kehormatan masyarakat Sulawesi Selatan. Pada kesempatan kali ini, delegasi DPC Makassar yang hadir antara lain Firman Dg. Palau, Safar, dan Jumain.

 

Menurut pihak panitia, tujuan utama seminar adalah membahas hasil kajian terbaru koleksi museum, sekaligus menggali nilai historis yang bisa diwariskan ke generasi muda. “Kami ingin menghadirkan forum yang bukan hanya akademis, tetapi juga praktis dalam upaya menjaga identitas budaya Kota Makassar,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Patiware , STP., MM.

 

Menariknya, seminar ini juga turut dimeriahkan dengan penampilan seni tari tradisional dari Sanggar Seni Kota Makassar. Gerakan anggun para penari yang membawakan tarian khas Bugis-Makassar menambah khidmat suasana sekaligus mempertegas nilai kearifan lokal yang ingin diangkat dalam kegiatan tersebut.

 

Suasana seminar diprediksi akan penuh dinamika, mengingat peserta berasal dari kalangan akademisi, pemerhati sejarah, komunitas budaya, hingga organisasi independen. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi nyata bagi penguatan peran museum dalam pendidikan kebudayaan.

 

Bagi Lembaga Badik Celebes, kesempatan hadir di forum resmi ini adalah bentuk dukungan moral terhadap langkah pemerintah dalam merawat warisan leluhur.

 

“Kehadiran kami sebagai bagian dari komunitas budaya merupakan wujud nyata komitmen menjaga marwah badik, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah,” ungkap salah satu anggota, Firman Dg. Palau.

 

Selain menjadi ruang diskusi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antarpecinta budaya. Harapannya, setiap ide dan gagasan yang lahir dalam seminar mampu memperkaya upaya pelestarian, serta membawa semangat baru bagi dunia kebudayaan di Makassar.

 

Keterlibatan lembaga independen seperti Badik Celebes memberi warna tersendiri. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tugas kolektif masyarakat.

 

Seminar ini diharapkan melahirkan rekomendasi strategis, sehingga koleksi museum bukan sekadar pajangan, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran dan inspirasi bagi generasi mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *