OPINI: Dr.Salma Samputri,S.Pd,M.Pd
KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com – “Guru bukan beban. Mereka adalah fondasi yang menopang bangsa. Mereka bukan pengeluaran, mereka adalah investasi yang tak ternilai.”
Di sudut-sudut negeri, masih banyak guru yang mengabdi dalam diam. Mereka berjalan kaki puluhan kilometer, mengajar di ruang kelas yang hampir roboh, dan hidup dengan gaji yang bahkan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar. Namun mereka tetap datang setiap pagi—membawa buku, senyum, dan semangat.
Sayangnya, dedikasi itu tak selalu berbalas penghargaan. Dalam perhitungan birokrasi, para guru—terutama yang honorer—justru sering dianggap membebani anggaran. Dianggap sebagai penghalang efisiensi. Dianggap sebagai angka yang terlalu besar untuk ditanggung negara.
Padahal, dari tangan-tangan guru inilah masa depan negeri dibentuk. Mereka tidak hanya mengajarkan baca tulis, tapi membentuk karakter, membangun mimpi, dan menyalakan harapan.
Guru bukan beban. Mereka adalah cahaya dalam gelapnya keterbatasan. Mereka tetap berdiri meski tak punya cukup alasan untuk bertahan, kecuali satu: cinta terhadap pendidikan.
Negara yang besar bukan dilihat dari gedung-gedung pencakar langit, tapi dari seberapa besar ia menghargai gurunya. Bukan sekadar melalui ucapan di Hari Guru, tapi lewat kebijakan yang menjamin hidup layak, pengakuan status, dan ruang untuk berkembang.
Menggaji guru dengan layak bukan soal kemurahan hati, itu soal keadilan. Memberi mereka kepastian bukan soal belas kasihan, tapi penghormatan terhadap peran mereka sebagai penjaga masa depan.
Jika guru terus diabaikan, maka anak-anak bangsa tumbuh tanpa panutan. Dan jika itu terjadi, kerusakan tidak akan terasa hari ini—tapi akan menggerogoti masa depan perlahan-lahan.
Sudah waktunya kita berhenti menyebut guru sebagai beban. Karena di pundak merekalah, negeri ini berdiri dan berharap.





