TAKALAR – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com-14 Agustus 2025 — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Takalar berlangsung meriah dan penuh kejutan. Salah satu momen yang paling menyita perhatian adalah pertandingan persahabatan sepak bola unik, di mana para pemain diwajibkan mengenakan sarung.
Lapangan Makkattang Daeng Siballi, Kecamatan Pattallassang, sore itu dipenuhi penonton yang antusias. Warga berdiri di pinggir lapangan, sebagian membawa bendera merah putih kecil, sementara anak-anak berlarian sambil bersorak mendukung tim favorit mereka. Sorakan dan tawa pecah setiap kali pemain terpeleset atau gagal mengontrol bola akibat lilitan sarung yang membatasi gerakan.
Pertandingan ini mempertemukan tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar, dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Muhammad Darwis, melawan tim gabungan anggota DPRD Takalar dan para kepala dinas dari berbagai instansi. Meski sifatnya hiburan, semangat dan adu strategi tetap terasa di lapangan.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Takalar. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pertandingan ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga bentuk persatuan dan kebersamaan antar instansi di Takalar.
Muhammad Darwis mengaku bangga bisa ikut bermain dan berinteraksi langsung dengan para pejabat serta masyarakat.
“Melalui pertandingan ini, kami ingin mempererat silaturahmi dan membangun kekompakan antara Dinas Pendidikan, anggota dewan, dan para kepala dinas. HUT RI bukan hanya momen untuk mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga kesempatan untuk menumbuhkan rasa persaudaraan,” Begitu ujarnya.
PrIa yang Rama ini juga menambahkan bahwa momentum kemerdekaan ke-80 ini harus menjadi pemicu kemajuan, khususnya di bidang pendidikan dan olahraga. Dengan dukungan pemerintah daerah dan DPRD, ia optimistis Takalar dapat lebih unggul dan berkembang.
Pertandingan berlangsung selama dua babak singkat, namun setiap menitnya penuh kejadian lucu dan tak terduga. Ada pemain yang hampir kehilangan sarung saat berlari, ada pula yang terjatuh karena mencoba menggiring bola terlalu cepat. Penonton pun tak henti-hentinya tertawa, membuat suasana semakin hangat dan akrab.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama, di mana seluruh pemain dan panitia mengangkat bendera merah putih sambil tersenyum lebar. Bagi warga Takalar, pertandingan ini menjadi bukti bahwa merayakan kemerdekaan tidak selalu harus formal, tetapi bisa dikemas kreatif, menghibur, dan penuh makna kebersamaan.
Penulis: Ikbal Nakku – KLTV Indonesia









