Musyawarah Desa Lanne Matangkan Perencanaan Pembangunan 2026: Warga Usulkan Jembatan Tani dan Posyandu Baru

PANGKEP-KLTV INDONESIA

klivetvindonesia.com,PANGKEP – Pemerintah Desa Lanne, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, menyelenggarakan Rapat Musyawarah Desa dalam rangka penyusunan rencana pembangunan desa untuk Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 1 Agustus 2025 pukul 14.00 Wita ini berlangsung di balai pertemuan desa dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga setempat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Tondong Tallasa Hamsar, S.Sos, Kepala Desa Lanne M. Sukri, Babinsa Desa Lanne Sertu Achmad Pahri, Ketua BPD Suwarjono, S.P, Pendamping Kecamatan Ade Irma, S.Pd, serta para kepala dusun, RK, RT, perangkat desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh wanita, dan kurang lebih 50 orang warga.

Rapat Musyawarah Desa (Musdes) ini dibuka oleh MC, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desa Lanne yang menyampaikan pentingnya peran aktif masyarakat dalam proses pembangunan desa, terutama dalam menyampaikan usulan yang sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat. Sambutan berikutnya dari Camat Tondong Tallasa menekankan pentingnya sinergitas antara pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat agar pembangunan yang direncanakan berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Pendamping Lokal Desa Lanne kemudian memberikan penjelasan mengenai mekanisme penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2026. Ia menekankan bahwa partisipasi masyarakat adalah unsur vital dalam menyusun program-program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan warga, serta menjelaskan bagaimana usulan-usulan akan diseleksi berdasarkan skala prioritas, anggaran, dan urgensinya.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah warga dan tokoh masyarakat menyampaikan masukan dan harapan terhadap arah pembangunan desa. Diskusi berlangsung aktif dan penuh semangat, mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap kemajuan desa.

Beberapa usulan penting yang mengemuka dalam rapat tersebut antara lain
Pembuatan Jembatan Tani Talamau, untuk mempermudah akses petani mengangkut hasil panen mereka dari lahan ke jalan utama.
Pengadaan Rumah Kompos, sebagai bagian dari program pengelolaan sampah berbasis lingkungan dan mendukung sektor pertanian organik.

Pembuatan Rumah Produksi Gula Merah, untuk menunjang industri rumahan dan meningkatkan pendapatan petani aren lokal.
Pembangunan Posyandu Kuncup Mekar, sebagai upaya peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak yang mudah diakses dan representatif.

Kegiatan Musdes ini mendapat pengawalan dan pemantauan dari Babinsa Desa Lanne, Sertu Achmad Pahri, yang memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan aman. Kehadiran TNI sebagai aparat kewilayahan turut memperkuat sinergi antar lembaga dalam mendukung proses pembangunan di tingkat desa.

Rangkaian acara ditutup dengan suasana penuh kebersamaan dan semangat gotong royong. Seluruh peserta menyepakati untuk melanjutkan proses pengusulan hingga ke tahapan Musrenbang tingkat kecamatan.

Musyawarah Desa ini menjadi bukti nyata bahwa perencanaan pembangunan yang inklusif dan partisipatif mampu menghasilkan gagasan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Desa Lanne pun berkomitmen untuk mengawal dan merealisasikan hasil musyawarah ini demi terwujudnya desa yang lebih maju dan mandiri di tahun 2026.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *