MAKASSAR – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com, 19 Juli 2025 — Warga Perumahan Cluster Berlian Permai (CBP) Tamangapa, Kecamatan Manggala, menyampaikan unek-unek mereka secara terbuka kepada Walikota Makassar Munafri Arifuddin (Appi). Pasalnya, mereka telah berkali-kali mengalami krisis air bersih akibat kebocoran pipa PDAM di sekitar Jalan Beringin, yang menyebabkan aliran air ke perumahan terputus total hampir setiap bulan.
Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan kepada Walikota, warga menyebut kondisi tersebut sudah sangat mengganggu kehidupan sehari-hari, terutama bagi keluarga yang memiliki anak kecil, lansia, dan anggota keluarga dengan kebutuhan khusus.
“Assalamu’alaikum Pak Appi. Mohon maaf mengganggu waktunya. Kami ingin menyampaikan keluhan dari warga Cluster Berlian Permai. Hampir setiap bulan pipa bocor di Jalan Beringin, dan air langsung mati total ke rumah-rumah kami,” tulis perwakilan warga dalam surat terbuka kepada Walikota.
Warga menyatakan bahwa penanganan dari PDAM Kota Makassar selama ini dinilai tidak serius, karena sifatnya hanya tambal sulam dan tidak menyelesaikan akar masalah. Mereka mengaku kecewa karena gangguan air selalu terulang, namun tidak ada perbaikan menyeluruh maupun solusi jangka panjang yang diberikan.
“Kami merasa penanganan dari PDAM itu hanya sementara. Masalahnya berulang terus. Ini jelas merugikan kami sebagai pelanggan yang selalu bayar tagihan tiap bulan,” ujar salah satu warga CBP yang enggan disebut namanya.
Warga pun akhirnya meminta intervensi langsung dari Walikota Makassar, untuk menegur dan mengevaluasi kinerja PDAM, agar permasalahan ini ditangani secara sistematis dan tidak lagi berulang.
“Kami mohon Bapak Walikota menegur langsung manajemen PDAM. Kami yakin, dengan ketegasan Bapak, sistem layanan bisa dibenahi agar warga tidak terus dirugikan seperti ini,” tambah isi surat tersebut.
Masalah ini mencuat di tengah musim kemarau yang membuat kebutuhan air semakin tinggi. Sementara, PDAM hanya mengirim suplai air lewat mobil tangki, yang menurut warga tidak mencukupi kebutuhan seluruh kompleks.
Keluhan warga CBP ini bukan yang pertama. Dalam beberapa pekan terakhir, warga juga telah mendatangi kantor PDAM Antang, bertemu dengan pihak manajemen, dan melaporkan kondisi yang mereka alami. Namun, sampai berita ini diturunkan, distribusi air belum sepenuhnya pulih.
Masalah air bersih adalah hak dasar masyarakat. Redaksi mengapresiasi langkah warga CBP yang menyampaikan aspirasi secara santun dan resmi kepada pemerintah. Semoga pihak terkait segera merespons dengan tindakan nyata, bukan sekadar janji.






