Warga Binaan Lapas Binjai Ikut Pelatihan Pembuatan Pembuatan Tahu dan Tempe, Wawan Irawan Jadi Bekal di Masa Depan.

 

BINJAI -KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Kemandirian Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dilaksanakan di Aula Lapas Binjai pada,
Rabu, 16 Juli 2025

Bacaan Lainnya

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang difasilitasi oleh Lapas bekerja sama dengan Yayasan Sosial Berdikari Karya Sehati (BKS), mencakup bidang agribisnis (pembuatan tahu dan tempe).

Kepala Lapas Kelas IIA Binjai, Wawan Irawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan wujud nyata dari komitmen Lapas dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang berguna untuk kehidupan setelah masa pidana.

“Pelatihan ini diharapkan dapat diikuti dengan baik, pahami apa yang diberikan , menjadi bekal berharga bagi para warga binaan untuk mandiri secara ekonomi dan lebih percaya diri ketika kembali ke tengah masyarakat.Kami ingin mereka tidak hanya selesai menjalani pidana, tapi juga pulih secara sosial,” ungkap Wawan.

Lanjut Wawan “Ilmu yang didapatkan disini setidaknya bisa menjadi Nilai Tambah Ekonomi bagi Para Warga Binaan, dan Nantinya dapat Menjadi Modal yang bisa digunakan ketika kembali ke Dunia Luar, ” tambah Wawan.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Sosial BKS, Agus Salim Tanjung SO,SI,CH (AST) selaku mitra pelatihan menyampaikan dukungan penuh terhadap program pembinaan ini. Ia menyebutkan bahwa materi pelatihan akan difokuskan pada praktik langsung dan disesuaikan dengan standar dunia kerja.

“Kami percaya bahwa pemberdayaan keterampilan adalah kunci untuk perubahan. Kami hadir untuk membimbing para peserta hingga mereka memiliki kompetensi yang bisa langsung diterapkan di dunia usaha maupun industri rumahan,” ungkap Agus Salim

Pelatihan ini akan berlangsung selama 24 Hari kedepan dan diikuti oleh sejumlah warga binaan yang telah diseleksi dan melalui Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).

Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap kedepannya para narapidana tidak hanya sadar hukum, tetapi juga produktif dan mandiri setelah bebas menjalankan masa hukuman, urai Agus Salim. (Risal Bakri).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *