Skandal Solar Subsidi di Ketapang: SPBU dan Mafia BBM Diduga Berkolusi, Aparat Tutup Mata

klivetvindonesia.com., Ketapang, Kalimantan Barat – Praktik penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar diduga telah berlangsung bertahun-tahun di Kabupaten Ketapang. Ironisnya, praktik ini seolah dibiarkan tanpa tindakan tegas dari aparat penegak hukum, khususnya Polres Ketapang.

 

Sejumlah warga mengaku heran dengan fenomena kelangkaan solar di SPBU yang terjadi hampir setiap hari. Solar subsidi hanya tersedia dalam hitungan jam, setelah itu habis tak bersisa. Sementara itu, para pedagang eceran justru memiliki stok melimpah.

 

“Kami merasa aneh. Stok solar di SPBU selalu habis, tapi di pengecer tetap tersedia. Bahkan pasokan ke tambang ilegal pun lancar,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Jumat (11/7/2026).

 

Dugaan kuat mengarah pada keterlibatan SPBU yang secara sistematis menjual solar subsidi kepada mafia. Para mafia ini disebut memasok BBM ke tambang-tambang ilegal yang tersebar di wilayah Ketapang.

 

Salah seorang narasumber berinisial BU menyebutkan bahwa setiap SPBU mendapat jatah solar subsidi dari Pertamina sebanyak dua kali dalam seminggu. Namun, separuh dari jatah tersebut dijual ke mafia dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), menggunakan kendaraan dengan tangki modifikasi (tangki siluman).

 

“Keuntungan besar yang mereka kantongi dari penjualan di atas HET, cukup untuk membungkam suara-suara kritis — termasuk wartawan dan LSM yang mencoba menguak skandal ini,” kata BU.

 

BU juga mengungkap bahwa transaksi antara pihak SPBU dan mafia dilakukan dengan sangat rapi. Solar hasil pembelian kemudian dibawa ke sejumlah gudang penimbunan oleh oknum tertentu, sebelum akhirnya disalurkan ke tambang-tambang ilegal dan industri lain yang membutuhkan.

Lebih mencengangkan, para mafia BBM diduga mendapat keuntungan hingga Rp1.000 per liter dari penjualan solar subsidi. Bila dikalkulasi, nilainya mencapai puluhan miliar rupiah dalam setahun.

 

Menurut BU, Hiswana Migas Ketapang patut dicurigai sebagai aktor pengendali jaringan mafia BBM bersubsidi di daerah ini. Bahkan ada indikasi keterlibatan oknum aparat yang membekingi aktivitas ilegal tersebut.

 

“Kami meminta Ombudsman RI dan Pertamina segera turun tangan dan menindak tegas SPBU yang terlibat, serta membongkar jaringan mafia BBM bersubsidi ini sampai ke akar-akarnya,” tegas BU.

 

 

Team media kltv indonesia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *