GAU MARAJA LEANG-LEANG MAROS 2025: Warisan Budaya Nusantara Berkumpul di Maros

MAROS – KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com-— Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Maros ke-66, Pemerintah Kabupaten Maros, Bupati Maros. H.A.S. CHAIDIR SYAM, S.IP., M.H.  bersama Panitia Pelaksana sukses menggelar perhelatan budaya akbar bertajuk “Gau Maraja Leang-Leang Maros 2025”, sebuah festival budaya yang mempertemukan berbagai elemen adat, budaya, dan pelajar dari seluruh penjuru Nusantara.

 

Rangkaian kegiatan yang digelar sejak awal Juli 2025 ini mencakup konferensi internasional, pameran benda pusaka, kirab budaya, dan tarian kolosal yang melibatkan lebih dari 300 pelajar dari tingkat SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Maros.

Kegiatan Kirab Budaya berlangsung pada Jumat, 4 Juli 2025, dimulai dari Rumah Jabatan Bupati Maros (Jalan Ahmad Yani No. 5) dan berakhir di Kompleks Kantor Bupati Maros, yang disulap menjadi arena pameran kuliner dan pameran bilah pusaka.

Kirab Budaya kali ini begitu istimewa. Salah satu daya tarik utama adalah hadirnya pusaka milik Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, serta pusaka milik Menteri Kebudayaan Bapak Fadli Zon, yang turut hadir dipamerkan bersama koleksi pusaka dari Lembaga Adat Maros dan para pemerhati pusaka dari berbagai wilayah Indonesia.

 

 

Secara khusus, Lembaga Badik Celebes Indonesia  turut memeriahkan acara ini, mempersembahkan berbagai bilah pusaka khas Sulawesi Selatan yang sarat nilai sejarah dan budaya.

Ahmad Hatta, Ketua Umum Lembaga Badik Celebes Indonesia sekaligus panitia pelaksana, menyampaikan bahwa keterlibatan mereka dalam Gau Maraja ini adalah bentuk dedikasi terhadap pelestarian budaya leluhur.

 “Partisipasi kami adalah bentuk cinta pada budaya dan penghormatan terhadap sejarah. Merupakan suatu kehormatan besar bisa menghadirkan pusaka Presiden dalam acara ini,” ujar Ahmad Hatta.

 

Berdasarkan Surat Panitia Nomor: 132/PAN-GM/VI/2025, peserta Kirab Budaya diinstruksikan berkumpul pada pukul 13.00 WITA di Rumah Jabatan Bupati. Kirab dipimpin oleh 66 pasukan berkuda, diikuti peserta berpakaian adat dari berbagai lembaga, ormas, dan komunitas adat. Panitia telah menetapkan susunan kirab dan aturan teknis lainnya, termasuk larangan menggunakan pelantang suara dan imbauan membawa identitas lembaga masing-masing berupa bendera atau spanduk.

Setibanya di lokasi finish, peserta disambut langsung oleh Bupati Maros A. S. Chaidir Syam bersama Forkopimda dan dipersilakan menikmati pameran kuliner khas Maros di Lapangan Pallantikang serta pameran bilah pusaka di Baruga A & B.

Panitia juga mengundang secara resmi lebih dari 60 lembaga adat, komunitas budaya, dan paguyuban dari seluruh Sulawesi Selatan dan Nusantara. Termasuk di antaranya Lembaga Adat Kerajaan Gowa, Dewan adat Tallo, Lembaga Adat Bone, Lembaga Adat Luwu, FSKN (Forum Silaturahmi Keraton Nusantara), serta berbagai paguyuban etnis di Maros seperti Paguyuban Madura, Sunda, Jawa, Melayu, dan Tionghoa.

Sebagai penutup seluruh rangkaian Gau Maraja Leang-Leang, digelar Mattompang Bersama—ritual adat penyucian benda pusaka—di halaman Kantor Bupati Maros, yang menjadi simbol spiritual dari warisan budaya dan harapan untuk masa depan Maros.

Acara ini membuktikan bahwa Kabupaten Maros tidak hanya kaya akan keindahan alam dan situs prasejarah seperti Leang-Leang, tetapi juga kuat dalam menjaga akar budaya dan memperkuat jati diri sebagai pusat budaya Sulawesi Selatan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya tidak hanya diwarisi, tetapi juga dihidupkan dan dikembangkan. Gau Maraja Leang-Leang adalah ruang bagi kita semua untuk menyatu dalam kebhinekaan,” ujar Marjan Massere, S.Pd., M.Pd, Ketua Panitia Pelaksana.

 

Tim Redaksi KLTV Indonesia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *