MAROS – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com– Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Baruga A Kantor Bupati Maros pada Sabtu pagi, 28 Juni 2025, saat puluhan santri Ma’had Tahfidz Nujuumul Qur’an resmi dilepas dan diwisuda. Momen istimewa ini dirangkaikan dengan penerimaan rapor santri, sekaligus menjadi selebrasi khidmat bagi santri-santri penghafal 30 juz Al-Qur’an angkatan ke-VI.
Acara bertajuk Pelepasan & Wisuda Tahfidz 30 Juz ini turut dihadiri berbagai tokoh penting, di antaranya Asisten I Pemerintah Kabupaten Maros, Kepala Kantor Kementerian Agama Maros, Kapolsek Turikale, serta para wali santri yang tampak tak kuasa menahan haru melihat anak-anak mereka sukses menuntaskan hafalan Al-Qur’an.
Ust. Darman Irianto, selaku Mudir Ma’had Nujuumul Qur’an, menyampaikan bahwa metode menghafal yang diterapkan di pesantren tersebut terbukti efektif. “Kami menggunakan sistem menyetor hafalan sebanyak 40 kali per juz dalam sekali duduk. Tujuannya agar hafalan benar-benar melekat kuat dalam memori para santri,” ujarnya dalam sambutan.
Keistimewaan acara ini juga ditandai dengan penampilan para santri yang unjuk kemampuan menghafal melalui sesi Google 5 Juz—yakni santri diminta melanjutkan ayat secara acak dari lima juz yang ditentukan, langsung di hadapan tamu undangan. Tepuk tangan bergemuruh saat santri mampu menjawab dengan lancar tanpa keraguan.
Tak hanya itu, berbagai penampilan lainnya seperti pidato berbahasa Arab dan Inggris, drama Islami, puitisasi Al-Qur’an, hingga bela diri ikut mewarnai acara. Momen ini semakin menegaskan bahwa pendidikan di Ma’had Nujuumul Qur’an tidak hanya fokus pada hafalan, tapi juga pembentukan karakter dan pengembangan bakat santri.
Kepala UPT Pesantren Maros, Ustadz Darman, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas sinergi antara guru, wali santri, dan pemerintah daerah. “Ini adalah momentum luar biasa. Hafalan 30 juz bukan hanya prestasi pribadi, tapi kebanggaan seluruh umat. Kami akan terus mendorong program ini agar bisa melahirkan generasi Qurani yang mampu membawa nama baik daerah, khususnya di bidang keagamaan,” tegasnya.
Kasi PD Pontren Kemenag Maros dalam sambutannya menambahkan, “Saat ini banyak orang pintar, tapi masih sedikit yang berakhlak. Semoga hadirnya lembaga tahfidz seperti ini bisa mencetak pemimpin masa depan yang Qurani dan berakhlak mulia.”
Hal senada disampaikan Kapolsek Turikale yang berharap agar para santri menjadi contoh di tengah masyarakat. “Jadilah cermin dalam mengamalkan Al-Qur’an. Bangsa ini butuh lebih banyak teladan dari para penghafal Qur’an.”
Acara ditutup dengan doa bersama, dengan penuh harapan bahwa para wisudawan kelak akan menjadi pelita yang menerangi bangsa—bukan hanya sebagai penghafal, tapi juga pengamal Al-Qur’an.
Penulis: Ikbal Nakku








