Jakarta – Klivetvindonesia.com –
Yuma Production bersama Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, ITC Kuningan, Indonesia National Youth Council, Kementerian UMKM menggelar Milad Little Asia Afica & Perayaan HUT Jakarta Ke-498 (28 Juni – 4 Juli 2025) di Mall Kuningan City Jakarta Selatan.
Little Asia Africa 2025 yang diselenggarakan bersama Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) dan organisasi internasional.
Acara ini berlangsung di ITC Kuningan, Jakarta Selatan dari tanggal 28 Juni hingga 4 Juli 2025, dimana terdapat berbagai kegiatan seperti lomba mewarnai, fashion show, lomba karaoke, membaca puisi, dan cosplay. Selain itu ada pameran lukisan dan Designer Nasional.
Menampilkan karya busana etnik wastra.
Acara ini juga melibatkan UMKM dan bertujuan untuk memberikan wadah bagi mereka untuk promo produknya.
Christina Agustina sebagai Asdep Deputy Kementerian UMKM, saat ditemui awak Media Online mengatakan ; “Data dari UMKM jumlah pelaku usaha UMKM ada 64 juta lebih, prinsipnya Kementerian UMKM melihat apapun yang dilakukan masyarakat.
Khususnya yang dilakukan oleh Yuma Production di acara Milad Asia Africa ke 1th.
Ini dalam rangka untuk menggali UMKM dibeberapa sektor dan saya melihatnya kegiatan Yuma Production sangat positif yang layak diberikan apresiasi.
Karena tidak mudah kita dalam rangka untuk melakukan pendampingan dalam memberikan fasilitasi kepada para pelaku UMKM.”
“Adapun Pemerintah sendiri tidak bisa berdiri sendiri tetap harus didukung oleh semua pihak.
Stakeholder kolaborasi dan bersinergi bersama-sama membangun negeri maka kita bisa mensupport UMKM di seluruh Indonesia.
Bersabarlah dengan upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah.”
“Saat ini Pemerintah melihat betapa pentingnya UMKM bagi masyarakat Indonesia.
Oleh karena itu hadirnya Kementerian khusus tentang UMKM yaitu Kementerian UMKM.
Ini adalah bentuk keseriusan dari Presiden Prabowo untuk para pelaku UMKM di Indonesia.
Pemerintah sedang mempersiapkan yang terbaik untuk seluruh masyarakat Indonesia.”
“Kamipun tidak melihat disatu sisi yang negatif dari efisiensi anggaran. Dimana Pemerintah mengedepankan bahwa kita harus memberikan skala prioritas untuk program-program UMKM itu sendiri dan kami tetap melakukan pendampingan. Memberikan bimbingan maupun support kepada pelaku UMKM dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak.”
“Harapan kami dengan Yuma Production menjadi salah satu cara didalam melakukan pendampingan kepada para UMKM. Dimana berbicara UMKM adalah bagaimana UMKM bisa naik kelas.
Sebenarnya sudah banyak UMKM naik kelas dan Yuma Production sendiri melakukan dengan caranya Yuma itu sendiri.
Yuma Production juga berencana akan berkunjung ke Kantor Kementerian UMKM umtuk membicarakan program-program yang bisa dilakukan secara bersama.
Untuk kepentingan para UMKM di Indonesia.”
“Dan Kementerian UMKM bisa mensupport para pelaku UMKM bagaimana mereka bisa ekspor sendiri supaya memacu.
Memang kita pahami untuk ekspor itu tidaklah mudah, butuh kriteria maupun syarat yang tentu disesuaikan dengan standar dari negara yang dituju, baik dari produknya, mutu kapasitasnya, dll.
Begitu juga Kementerian UMKM selalu berusaha maksimal mulai dari memberikan literasi kepada para UMKM.
Produk bagaimana dibuat agar sesuai kebutuhan pasar dan kami pun juga memberikan literasi bagaimana para UMKM bisa ekpor mandiri,” tutupnya.
Jurnalis Christy.





