Tamangapa Langganan Macet Gegara Antrean Panjang Mobil Sampah ” Ini Tanggung Jawabnya Siapa “?

Oplus_16908288

 

Klivetvindonesia.com.

Makassar, 24 Juni 2025 — Kemacetan panjang kembali terjadi di kawasan Tamangapa Raya dan Jalan AMD, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Selasa pagi. Penyebabnya bukan kecelakaan, melainkan antrean mobil pengangkut sampah yang menumpuk menunggu giliran untuk membongkar muatan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Warga yang melintas dan pengguna jalan lainnya dibuat kesal. Mereka terpaksa berhenti lama di tengah jalan karena tidak bisa melaju akibat deretan truk sampah yang parkir sembarangan di pinggir jalan utama.

“Setiap pagi begini terus. Kami sudah terlambat antar anak sekolah dan masuk kerja. Tidak ada petugas yang atur arus lalu lintas,” keluh Irwan, seorang pengendara motor yang ditemui di lokasi.

Oplus_16908288

Sejak pukul 06.00 WITA, setidaknya belasan truk pengangkut sampah terlihat berbaris di sepanjang Jalan Tamangapa Raya hingga Jalan AMD. Kondisi ini memperparah kemacetan yang memang kerap terjadi di jam-jam sibuk.

Seorang pengamat transportasi kota, Fahril Akbar, menilai persoalan ini sebenarnya bisa diminimalkan jika Pemerintah Kota Makassar serius mengatur manajemen pengangkutan sampah.

“Seharusnya ada jalur alternatif khusus untuk mobil sampah menuju TPA. Jangan semuanya masuk dari jalur utama. Selain itu, perlu ada petugas Dinas Perhubungan yang berjaga setiap pagi di lokasi rawan ini,” ujar Fahril.

Lebih lanjut, ia juga menyarankan agar waktu pengangkutan sampah diatur ulang, misalnya dilakukan lebih dini atau malam hari agar tidak bertabrakan dengan jam sibuk masyarakat.

Sejumlah warga menilai kondisi ini menunjukkan lemahnya antisipasi dan kurangnya solusi jangka panjang dari Pemerintah Kota Makassar terhadap persoalan klasik sampah dan lalu lintas.

“Sampah itu tanggung jawab bersama, tapi jika dampaknya membuat macet setiap hari, berarti ada yang salah dalam manajemennya. Kami minta wali kota turun tangan langsung,” ungkap seorang warga Tamangapa, Nurhayati.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kota Makassar terkait keluhan warga dan solusi konkret atas persoalan ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *