Oleh : IVAN AKIL S.T
KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com– Hari ini, dunia menyaksikan dengan mata terbuka Republik Islam Iran berdiri gagah menantang kejahatan Zionis Israel dan sekutunya Amerika Serikat.
Tanpa gentar, Tanpa tunduk.Iran, dengan kewibawaan yang diwarisi dari Datuknya Salman Al Farisi Sahabat Baginda Nabi Saw Bangsa Iran memilih jalan perlawanan. Ia tidak menanti bantuan dari siapa pun, tidak menggantungkan harap pada sekutu karena keberaniannya bukan berasal dari kekuatan dunia, tetapi dari perintah Suci Pemimpin tertinggi Republik Islam Iran Sayyid Ali Khamenei Putra Nabi Muhammad saw yang terlahir di Abad ke 21 melalui jalur Nasab Al Husein Bin Fatimah Zahra Bin Baginda Nabi Muhammad Saw. Di saat banyaknya negara Arab menjalin normalisasi dengan penjajah dan menjual prinsip demi stabilitas dan perdamaian semu, Iran memilih debu medan perang dari pada karpet merah diplomasi palsu. Karena bagi Iran, Zionis bukan sekadar musuh politik tetapi wujud iblis yang nyata, perampas tanah suci, penumpah darah para syuhada, dan simbol kejahatan yang merongrong harga diri umat Manusia. Perlawanan bangsa Iran bukanlah lahir dari kemarahan sesaat. Ia adalah jejak sejarah yang panjang, Sejarah runtuhnya benteng Yahudi di tangan Ali bin Abi Thalib dalam peperangan Khaibar dan bara perlawanan Islam yang selalu menyala menyala seperti dari jantung Hijaz hingga lembah Persia.
Hari ini, Iran membawa obor Perang Khaibar itu ke Gaza, ke Quds, dan ke setiap celah tanah yang dirampas oleh zionis. Maka pertanyaan besar pun tak terelakkan dari Ummat Islam..?
Mengapa Iran, di bawah kepemimpinan Sayyid Ali Khamenei pemimpin teringgi Iran dari jalur begitu keras memusuhi Zionis dan Amerika serikat ?
Jawabannya menggetarkan langit dan bumi, keluar dari lisannya sendiri :
“Tidak masalah aku mati dan negara Iran hancur. Sungguh, Islam dan kemerdekaan Palestina jauh lebih penting.”
Ini bukan sekadar kalimat. Ini adalah ikrar darah, suara iman, dan bukti cinta kesetiaan kepada Nabi Muhammad Saw bangsa Persia kepada Islam yang sejati, Islam yang bebas dari kompromi, dari penjajahan, dan dari kepengecutan..!!!
Namun anehnya, di tengah kobaran perlawanan, sebagian da’i modern seperti Felix Siauw mencibirnya sebagai sekadar gimik.
Keberanian dianggap sandiwara. Kesetiaan kepada Palestina dianggap strategi politik.
Padahal sejarah hari ini membantah mereka dengan Ribuan rudal yang di kirim ke Zionis Israel dan di buktikan dengan tinta darah dan nyawa para syuhada. Dan catatan penting bagi kita semua Perlawanan Iran terhadap Zionis telah menghancurkan mitos keperkasaan kekuatan musuh, dan sekaligus menelanjangi wajah adidaya Amerika yang berdiri di balik tirai kebohongan. Ini bukan sekadar kemenangan militer melainkan tamparan keras bagi mereka yang selama ini menuduh Iran sebagai bagian dari proyek Zionisme, dan bagi lidah lidah yang mencaci perlawanan sebagai panggung sandiwara. Sejarah mencatat dengan tinta keabadian Fitnah bahwa Iran adalah negeri kafir, sesat, atau pembantai umat muslim sunni telah gugur satu per satu di medan peperangan, Peperangan dengan tujuan untuk memerdekakan ummat Islam di palestinan yang mayoritas Sunni dan khususnya ummat muslim/ma di dunia, Rapublik Islam Iran menampakkan Kewibawaan jubah Rasulullah Saw yang terwariskan di setiap Zaman. Perang ini bukan hanya perang fisik. Ia adalah perang spiritual perang pembuka tabir antara kemunafikan, kesucian dan penghianatan. Ia menyingkap wajah asli dunia Arab. Siapa yang berdiri di jalan kebenaran, dan siapa yang menjual kehormatan demi kekuasaan. Siapa yang berjuang dengan darah, dan siapa yang tersenyum di hadapan penjajah. Dari Gaza yang terkepung hingga langit Timur Tengah yang bergemuruh, Iran hari ini telah merontokkan topeng-topeng kemunafikan negara-negara Arab yang mengklaim diri sebagai penjaga Islam,
namun justru menjadi penjaga pintu masuk Zionis ke jantung umat. Pesan terpenting dari Sayyid Ali Khamenei jika Ummat Islam bersatu dan meninggalkan perbedaan maka Musuh musuh islam akan hancur dan tidak ada lagi penjajahan di muka bumi ini, islam akan berjaya.
#Ivan Akil,S.T





