Walikota Makassar Puji Perawat sebagai Garda Depan: Siap Kolaborasi Bersama PPNI

 

MAKASSAR

-Klivetvindinesia.com- 19 Juni 2025 – Pemerintah Kota Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh dan responsif. Bertempat di Kantor Balai Kota Makassar, Walikota Makassar Munafri Arifuddin, S.H. menerima audiensi dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Makassar yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD PPNI Makassar, Dr. Hamzah Tasa, S.Kep., Ns., M.Kes.

Dalam pertemuan tersebut, Walikota Munafri menegaskan bahwa profesi perawat adalah garda terdepan dalam sistem pelayanan kesehatan, terlebih dalam kondisi darurat atau bencana. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas perawat, baik secara keilmuan maupun keterlibatan aktif dalam upaya mitigasi bencana.

> “Perawat bukan hanya bertugas merawat yang sakit, tetapi juga membangun ketangguhan masyarakat melalui edukasi dan pencegahan. Mereka memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan program Kota Sehat,” tegas Munafri di hadapan jajaran pengurus PPNI.

Ketua DPD PPNI Kota Makassar, Dr. Hamzah Tasa, menyampaikan bahwa PPNI saat ini telah membentuk struktur tanggap bencana yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Langkah ini sejalan dengan kebutuhan daerah

Dalam menghadapi berbagai kemungkinan kedaruratan, termasuk bencana alam dan krisis kesehatan.

Menurut Hamzah, PPNI tidak hanya fokus pada pelayanan klinis, tetapi juga aktif menggelar pelatihan, edukasi masyarakat, dan simulasi penanganan bencana di berbagai kecamatan di Kota Makassar.

> “Kami siap mendukung penuh program Pemkot Makassar, khususnya dalam penguatan sistem kesehatan yang responsif dan berorientasi pada pencegahan,” ujar Hamzah.

Kolaborasi lintas sektor pun menjadi sorotan penting. Walikota menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat harus diperkuat dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa depan.

> “Kolaborasi ini bukan hanya seremonial. Kami akan terus dorong aksi nyata mulai dari pelatihan bersama, penyusunan protokol tanggap darurat, hingga intervensi cepat di lapangan,” kata Munafri.

Pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan Kota Makassar yang tangguh, sehat, dan siap menghadapi segala potensi darurat dengan cepat, terukur, dan profesional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *