Babinsa Kassi Dampingi Tim KPH Bulu Saraung dan RPH Tondong-Balocci Tinjau Potensi Wisata di Kawasan Taman Nasional

PANGKEP-KLTV INDONESIA

klivetvindonesia.com, Pangkep, 19 Juni 2025 — Dalam upaya mendukung pelestarian lingkungan sekaligus pengembangan potensi wisata alam, Serda Haerul selaku Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Kassi, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, melaksanakan kegiatan pendampingan terhadap Tim Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bulu Saraung dan Resor Pengelolaan Hutan (RPH) Tondong-Balocci. Kegiatan ini berlangsung pada hari Kamis, 19 Juni 2025, sekitar pukul 11.00 WITA, berlokasi di Kampung Jennae RT. 03 RW. 03, Kelurahan Kassi, wilayah yang masuk dalam kawasan Taman Nasional.

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pemetaan awal serta meninjau langsung kondisi lingkungan di kawasan yang memiliki potensi besar untuk dijadikan sebagai destinasi ekowisata berbasis konservasi alam.

Kawasan yang menjadi fokus kunjungan merupakan wilayah hutan lindung yang menyimpan keanekaragaman hayati dan panorama alam yang masih asri, sehingga dinilai layak dikembangkan secara berkelanjutan tanpa merusak kelestarian lingkungan.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Syamsudarmin, M.Si selaku Kepala Resor Tondong-Balocci,
A. Edy Wangsa, Fahmi, dan Syukri dari unsur anggota RPH,
Dahlia, Ketua RT 03 Kampung Jennae, serta
Serda Haerul yang turut serta mendampingi tim guna memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.

Dalam keterangannya, Syamsudarmin menjelaskan bahwa peninjauan ini merupakan langkah awal dari perencanaan jangka panjang pengelolaan kawasan hutan berbasis partisipatif, dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai mitra strategis.

Menurutnya, potensi alam di wilayah tersebut sangat menjanjikan, baik dari sisi ekologi maupun ekonomi jika dikelola dengan prinsip konservasi.
Sementara itu, Serda Haerul menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif tersebut.

Ia menegaskan bahwa TNI AD, khususnya para Babinsa, siap membantu mendampingi dan mengawal setiap program positif yang melibatkan masyarakat dan menjaga kelestarian alam. Ia juga mengapresiasi keterlibatan Ketua RT dan masyarakat dalam menjaga hutan sebagai warisan penting bagi generasi mendatang.

Diharapkan, hasil dari kegiatan peninjauan ini dapat menjadi landasan bagi pemerintah daerah dan pihak terkait untuk merancang konsep wisata alam berbasis konservasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat kolaboratif antara aparat, pihak kehutanan, serta unsur masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *