MAKASSAR
-Klivetvindonesia.com- 17 Juni 2025 — Dalam upaya mendorong pemahaman dan pemanfaatan teknologi digital yang cerdas dan aman di kalangan masyarakat, khususnya perempuan dan anak, Walikota Makassar Munafri Arifuddin, S.H., didampingi jajaran pemerintah kota menghadiri Kegiatan Fasilitasi Literasi Digital untuk Perempuan dan Anak mengenai Program Perlindungan Perempuan (PP) Tunas.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komunikasi dan Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, dan turut dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Digital RI, Ibu Meutya Viada Hafid, serta Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Ibu Fatmawati Rusdi.
Acara berlangsung di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Makassar, dan menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran serta perempuan dan anak di era transformasi digital.Perempuan dan Anak, Garda Depan Literasi Digital
Dalam sambutannya, Walikota Makassar menekankan pentingnya literasi digital sebagai pondasi untuk membangun masyarakat yang cakap teknologi, tangguh terhadap hoaks, serta bijak dalam menggunakan media sosial.
> “Kegiatan seperti ini menjadi sangat penting karena perempuan dan anak adalah kelompok yang rentan dalam ekosistem digital. Dengan literasi, mereka bisa lebih terlindungi sekaligus lebih berdaya,” ujar Munafri.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid menegaskan bahwa digitalisasi nasional hanya akan berhasil jika seluruh elemen masyarakat dilibatkan secara inklusif.
> “Kami ingin memastikan bahwa perempuan dan anak tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pelaku dan penggerak utama di ruang digital Indonesia,” tegasnya.
H. Akhmad Namsum, S.Ag., MM., Kepala BKPSDMD Kota Makassar, menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini. Ia menyebutkan bahwa literasi digital bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga kesadaran dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi secara produktif dan aman.
> “Kami siap menjadi bagian dari perubahan. BKPSDMD akan terus membuka ruang kolaborasi agar kegiatan seperti ini bisa diperluas ke seluruh lapisan masyarakat di Makassar,” ujar H. Akhmad Namsum.
Harapan untuk Perluasan
Program Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain. Ia menilai penguatan literasi digital di kalangan perempuan dan anak adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.
> “Dengan literasi, kita membangun pondasi kuat dalam menghadapi era digital yang semakin kompleks,” tutupnya.









