Klivetvindonesia.com-
Makassar, 11 Juni 20225 Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, S.H., menerima kunjungan silaturahmi sekaligus audiensi dari Asisten Pidana Militer Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Kolonel Laut (H) Dr. M. Asri Arief, dalam pertemuan yang berlangsung hangat di Balai Kota Makassar, Kamis pagi.
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor, khususnya antara Pemerintah Kota Makassar dengan aparat penegak hukum militer dalam upaya menjaga stabilitas dan ketertiban kota.
> “Kami tengah menata birokrasi dan butuh dukungan dari seluruh pihak, termasuk aparat penegak hukum, untuk menjaga stabilitas sosial serta memperkuat ketertiban kota,” ujar Munafri.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya berdiskusi secara terbuka mengenai berbagai isu strategis kota, mulai dari penegakan hukum, penertiban parkir liar, hingga kebersihan kota. Munafri menekankan bahwa stabilitas sosial adalah fondasi utama pembangunan yang harus dijaga bersama.
> “Kolaborasi ini penting agar pembangunan berjalan aman dan terarah,” tambahnya.
Kolonel Asri Arief pun menyambut baik semangat kolaborasi ini, seraya menyatakan kesiapan institusinya untuk memberikan dukungan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.
Audiensi ini mencerminkan komitmen Pemkot Makassar untuk menjalin kemitraan strategis dengan semua elemen, termasuk institusi militer, dalam menciptakan iklim kota yang aman, tertib, dan kondusif bagi pembangunan.
Pertemuan ini juga sejalan dengan visi Wali Kota Munafri dalam membangun pemerintahan yang inklusif, bersih, dan berdaya saing.
Sebagai kota metropolitan yang terus berkembang, tantangan Makassar tak hanya soal infrastruktur, tapi juga ketertiban, keadilan, dan kepercayaan publik. Oleh karena itu, sinergi seperti ini dianggap sebagai langkah strategis memperkuat sistem pemerintahan sekaligus menjaga wibawa hukum di tengah masyarakat.
Dengan dukungan dari aparat penegak hukum, terutama kejaksaan militer, Pemkot Makassar berharap mampu mengakselerasi berbagai program pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.





