Danau Cinta

 

 

Cerpen oleh:M.YOPI

 

Di sebuah desa sunyi yang tersembunyi di balik bukit berkabut, terdapat sebuah danau kecil yang dikelilingi pepohonan tua dan bunga liar bermekaran. Penduduk setempat menyebutnya Danau Cinta — bukan karena bentuknya yang menyerupai hati, tapi karena kisah cinta yang melegenda di balik kejernihan airnya.

 

Konon, siapa pun yang merindukan seseorang dengan tulus, jika datang ke danau itu dan memanggil nama sang kekasih, maka angin akan membawa rindunya, dan cinta sejati akan menemukan jalan pulang.

 

 

 

Alya menatap permukaan danau yang tenang. Embun masih menggantung di ujung rambutnya, dan matahari belum tinggi. Ia datang diam-diam, seperti yang disarankan oleh neneknya sebelum meninggal. “Jika kamu masih menyimpan cinta untuk Reza, datanglah ke Danau Cinta. Di sanalah jawaban hatimu mungkin ditemukan.”

 

Reza. Nama yang masih menghuni malam-malam Alya meski lima tahun telah berlalu sejak perpisahan mereka di stasiun tua itu. Tanpa kata, tanpa pelukan. Hanya air mata dan punggung yang menjauh.

 

Alya menggenggam secarik kertas lusuh — surat terakhir dari Reza yang baru ia temukan di sela-sela buku harian lama:

 

> “Jika takdir merestui, kita akan bertemu kembali. Di tempat yang pernah kau ceritakan waktu kecil: danau di balik bukit. Aku akan kembali, untuk mencintaimu tanpa ragu.”

 

 

 

Air mata Alya jatuh ke air danau. Ia memejamkan mata, memanggil dalam hati, “Reza…”

 

Angin tiba-tiba berembus lembut. Air danau beriak pelan, seperti merespons panggilan itu. Dari balik kabut tipis, muncul siluet seorang pria berjalan perlahan ke tepi danau. Jantung Alya berdegup keras.

 

“Reza?”

 

Pria itu tersenyum. “Aku datang, Alya. Seperti yang pernah kujanjikan.”

 

Waktu seakan berhenti. Danau Cinta kembali menjadi saksi bisu sebuah pertemuan, bukan hanya antara dua insan yang saling merindu — tapi antara janji dan kesetiaan yang tak pernah pudar oleh jarak dan waktu.

 

 

 

Sejak hari itu, Danau Cinta bukan lagi legenda. Ia menjadi nyata — tempat di mana cinta yang tulus akan selalu menemukan jalannya pulang.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *