Rumah Ketua RW Diseruduk Kontainer untuk Kedua Kalinya, Sopir Belum Ada Itikad Tanggung Jawab

 

 

Gowa, KL-TV INDONESIA | klivetvindonesia.com  Sebuah insiden mengejutkan kembali terjadi di Dusun Sallang, Desa Romang Lasa, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa. Rumah milik Ketua RW setempat, Yusuf (63), diseruduk oleh sebuah mobil kontainer milik PT. Samudera Indonesia TBK pada Sabtu, 30 Maret 2025 belum lama ini. Ironisnya, ini merupakan kejadian kedua setelah insiden serupa terjadi pada September 2024 lalu.

 

Kontainer yang dikemudikan oleh Safaruddin (45) menabrak bagian belakang rumah Yusuf dan menyebabkan tiang bambu penyangga atap rumahnya patah. Kerusakan tersebut membuat Yusuf merasa sangat kecewa, terutama karena sopir tidak menunjukkan itikad baik untuk bertanggung jawab.

“Sudah dua kali rumah saya diseruduk, tapi sopirnya tidak merasa bersalah sama sekali. Saya sudah mencoba menyelesaikan secara kekeluargaan sebelum membawa ke jalur hukum,” ujar Yusuf kepada wartawan KL-TV INDONESIA.

Berinisiatif mencari penyelesaian, pada Kamis, 8 Mei 2025, Yusuf mendatangi kantor PT. Samudera Indonesia TBK di Jalan Sungai Saddang Lama, Makassar. Ia diterima oleh pihak perusahaan, yakni Adil dari bagian operasional yang didampingi Reza dan Hilda. Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa Yusuf akan dipertemukan langsung dengan Safaruddin.

“Kami akan panggil Pak Safaruddin dan mempertemukan beliau dengan Bapak Yusuf besok,” ujar Adil saat itu.

Namun rencana pertemuan tidak berjalan sesuai harapan. Pada hari yang dijanjikan, alih-alih hadir secara langsung, Safaruddin justru mengutus istrinya untuk datang ke rumah Yusuf di Dusun Sallang.

“Saya kecewa. Pihak perusahaan sudah sepakat mempertemukan kami, tapi malah istrinya yang datang. Ini bukan solusi, justru menambah luka hati. Saya harap PT. Samudera Indonesia bisa bersikap tegas dan membuat surat perjanjian agar kejadian ini tak terulang,” tegas Yusuf.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT. Samudera Indonesia TBK belum memberikan pernyataan resmi terkait tindak lanjut penyelesaian masalah ini.

Reporter: Tim KL-TV INDONESIA (OM DODI
Editor: Redaksi klivetvindonesia.com

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *