SIDRAP – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com-– Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al Irsyad, yang telah berdiri sejak pada tahun 1999, menghadapi tantangan berat dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar. Pasalnya, sejak awal berdirinya, Sekolah yang berlokasi di Desa Teppo Kec. Tellu Limpoe Sidrap, belum pernah mendapatkan sentuhan bantuan infrastruktur maupun sarana dan prasarana (sarpras) yang memadai dari Pemerintah.
Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Bangunan Sekolah yang sederhana dan fasilitas belajar yang minim menjadi pemandangan sehari-hari, Ruang Kelas yang ada, di samping sebagai tempat Proses Belajar, juga sebagai tempat Pondokan para Siswa-siswa, termasuk tidak ada adanya perpustakaan yang tidak representatif, hingga minimnya peralatan praktik menjadi kendala utama bagi para siswa dan guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kami sangat berharap Pemerintah Daerah di bawah Kepemimpinan Bupati Sidrap Syahruddin Alrif dapat memberikan perhatian lebih kepada SMP Al Irsyad,”
Hal tersebut di ungkapkan Kepala Sekolah SMP Ak Irsyad Umar Tahir saat di konfirmasi di ruang kerjanya, Selasa, 6 Mei 2025 ”
Lanjut Umar Tahir mengatakan sudah bertahun-tahun Sekolah ini tak pernah mendapat perhatian, meski sebelumnya berjuang untuk mendapatkan bantuan dan sarpas sebagaimana Sekolah lainya di Sidrap.dengan keterbatasan ini. Anak-anak kami juga berhak mendapatkan fasilitas Pendidikan yang layak seperti Sekolah-sekolah lainnya.”
Di tambahkan Umar Tahir, bahwa Siswa di Sekolah ini belajarnya hanya melantai, meja belajarnya pun hanya seperti Bangku tempat duduk yang berukuran 60 cm x 20 cm dengan ketinggiannya 20 cm, berlantai Semen.
Kami sangat berharap agar program-program Pemerintah di bidang Pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan infrastruktur dan sarpras Sekolah, dapat segera menyentuh SMP Al Irsyad.
Lanjut Umar Tahir yakin dan percaya bahwa di bawah kepemimpinan Bupati Sidrap H. Syahruddin Alrif dan Wakil Bupati Nurkanaah, Pendidikan akan lebih maju, berkualitas dan beŕdaya saing, apalagi Sekolah ini juga sebagai pencetak santri dan penghapal Al Qur’an.
“Dengan kondisi sarpras yang memadai, kami yakin proses belajar mengajar akan jauh lebih efektif dan dapat meningkatkan kualitas lulusan yang lebih baik pula.
Kondisi SMP Al Irsyad ini menjadi potretIronis di tengah upaya Pemerintah untuk meningkatkan kualitas Pendidikan di seluruh pelosok negeri. Diharapkan, pihak-pihak terkait dapat segera menindaklanjuti kondisi ini dan memberikan bantuan yang dibutuhkan agar para siswa dan guru di SMP Al Irsyad dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan lebih baik dan nyaman.
Menurut Umar Tahir, sebelum di tempatkan di Sekolah ini, sejak 18 Februari 2021, kalau kita lewat, tidak ada tanda-tanda adanya Sekolah di dalam dan Alhamdulillah, sejak di tugaskan, sudah ada perubahan wajah, yakni membuat ” Pintu Gerbang” dan Papan Nama Sekolah.
“Sekolah ini, kini Siswanya sudah 135 Siswa yang terdiri dari Laki-laki 53 dan Perempuan 82 orang dengan di bina sebanyak 22 Tenaga Pendidik, 3 diantaranya PNS dan 19 orang Tenaga Sosial dengan jumlah Ruang Belajar sebanya 6 Kelas”. ungkap Umar Tahir. (Risal Bakri).








