Klivetvindonesia.com- Bogor,,
Lagi-lagi terjadi banjir tenggelamkan rumah warga Vila Nusa Indah, Bojongkulur, Kabupaten Bogor.
Akibatnya warga menggelar aksi damai pada Minggu pagi 4 Mei 2025. Ribuan warga meminta percepatan normalisasi dan pembangunan tanggul sungai Cileungsi dan Cikeas.
Peserta demo aksi damai yang hadir berasal dari sekitar 28 rukun warga yang terdampak banjir pada 4 Maret 2025.
Ketua pelaksana aksi damai Syamsudin dalam wawancara dengan awak media online Klivetvindonesia.com, menyoroti pernyataan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengenai siklus banjir lima tahunan yang berpotensi berubah menjadi lebih cepat. “Besar kemungkinan jadi tiga tahunan, ke depannya mungkin tahunan,” ungkapnya.
Demikian juga Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi – Cikeas (KP2C), Puarman yang beranggotakan 35.000 warga terdampak banjir tersebut menjelaskan bahwa ; “Sungai Cileungsi dan Cikeas sudah mulai menyempit. Pembuatan tanggul dinilai sangat mendesak dan disegerakan action.
Terkait usulan normalisasi sungai sebetulnya sudah ada sejak 2017. Kajian LARAP (Land Acquisition and Resettlement Action Plan) kata Beliau sudah ada sejak 2023.”
“Sementara menurut informasi yang kami dengar, tahun ini baru penyiapan lahan, lalu tahun 2027 baru pelelangan, tahun 2028 baru mulai pembangunan,” ucap Puarman saat wawancara pada Minggu 4 Mei 2025.
Puarman pun menyoroti pernyataan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengenai siklus banjir lima tahunan yang berpotensi berubah menjadi lebih cepat. “Besar kemungkinan jadi tiga tahunan, ke depannya mungkin tahunan,” jelasnya.
Potensi banjir besar terlihat datang lebih cepat itu, ia mengaku khawatir apabila normalisasi sungai Cileungsi dan Cikeas baru dilaksanakan pada 2028.
Apalagi, banjir di wilayahnya pada Maret lalu sudah mencapai empat meter.
Menurut catatan warga yang terdampak, ketinggian banjir pada setiap siklus banjir semakin bertambah. Pada 21 April 2016, banjir tercatat setinggi dua meter. Kemudian pada 1 Januari 2020, banjir terjadi dengan ketinggian tiga meter.”
“Kami warga terdampak meminta pemerintah, dalam hal ini Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Bogor Rudy Susmanto, untuk mempercepat normalisasi sungai. Beberapa solusi normalisasi sungai Cileungsi dan Cikeas yang diminta warga berupa pelebaran sungai, penanggulan permanen, pengerukan sungai, dan juga pembuatan sistem polder.”
“Jadi kami melakukan aksi ini supaya dipercepat normalisasi sungai di tahun 2027 sudah selesai pembangunan itu, sebelum banjir tiga tahunan datang,” ucap Puarman.
Pada awal Maret lalu sejumlah titik di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi terjadi banjir.
Penyebab banjir ketika itu ialah hujan lebat yang turun sejak Senin malam, 3 Maret 2025.
Akibat hujan deras itu menjadi pemicu meluapnya sungai Cikeas.
Area yang terdampak cukup parah di antaranya Jakarta, Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor.
Jurnalis Christy.





