[HOAKS] Berita Gugurnya Letkol Inf Wisnu dan 40 Prajurit TNI di Gaza Tidak Benar, Ini Penjelasan Resmi TNI

KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com-– Beredar luas di media sosial video dan narasi mengejutkan tentang gugurnya Letkol Inf Wisnu bersama 40 anggota pasukan khusus TNI bersandi Garuda Hitam PBB dalam misi di Gaza akibat serangan udara gabungan Israel dan Amerika Serikat pada Jumat malam, 25 April 2025. Narasi tersebut bahkan menyebut bahwa para prajurit gugur sebagai syuhada setelah menghancurkan gudang senjata milik Israel.

 

Namun, setelah dilakukan penelusuran dan konfirmasi resmi oleh jajaran TNI, berita tersebut dinyatakan tidak benar atau hoaks. Komando Tugas Gabungan TNI melalui laporan resmi yang diterima pada Sabtu (26/04/2025) menyatakan bahwa tidak ada pasukan TNI berkekuatan 40 personel di Gaza, dan tidak ada prajurit bernama Letkol Inf Wisnu yang memimpin misi semacam itu di wilayah tersebut.

 

Berikut klarifikasi resmi TNI:

 

1. Konfirmasi dari Satgas TNI di Lebanon (UNIFIL)

Kolonel Inf Rajagunung, selaku perwira tinggi yang tergabung dalam Satgas TNI di Lebanon, menyampaikan bahwa situasi di Lebanon—wilayah misi PBB yang saat ini melibatkan TNI—masih kondusif dan tidak ada kejadian luar biasa sebagaimana diberitakan.

 

 

2. Data dari Satgas Medis TNI di Mesir

Personel TNI yang bertugas di perairan El Arish, Mesir, adalah bagian dari Satgas Medis Floating Hospital UEA yang berjumlah 25 orang dan dipimpin oleh Kolonel Ckm Syahrial. Tidak ada nama Letkol Inf Wisnu atau personel sebanyak 40 orang di lokasi tersebut.

 

 

3. Ciri-ciri keganjilan video yang viral

TNI mencatat beberapa kejanggalan dari video yang beredar:

 

Si pembicara dalam video menggunakan masker, identik dengan suasana pandemi Covid-19, sehingga video kemungkinan berasal dari masa lalu.

 

Potongan video terkesan hasil rekayasa dan tidak menyajikan konteks visual yang utuh.

 

 

 

 

Langkah TNI Menanggapi Penyebaran Hoaks:

 

Melakukan koordinasi dengan Sops dan Puspen TNI untuk melakukan take down terhadap video yang viral.

 

Memberikan klarifikasi resmi ke publik untuk mencegah kepanikan atau kesalahpahaman.

 

Berkoordinasi dengan Sintel TNI dan Siber TNI guna melacak sumber penyebaran berita palsu.

 

Menekankan kembali kepada seluruh personel TNI di luar negeri untuk tetap waspada dan berpegang pada mandat PBB serta SOP yang berlaku.

 

 

TNI mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta selalu merujuk pada sumber resmi TNI atau pemerintah terkait informasi misi internasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *