MAKASSAR – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com– 9 April 2025.
Brigade Muslim Indonesia (BMI) Bersama Masyarakat kembali menyuarakan protes terhadap keberadaan Tempat Hiburan Malam (THM)di Duga ilegal di kota Makassar, khususnya terhadap THM Exodus yang di duga dinilai melanggar aturan .
Ketua Harian BMI, Muhammad Hanif Aji Muslim, menegaskan bahwa penolakan masyarakat terhadap THM ilegal Exodus sudah berlangsung lama. Namun, yang membuat situasi semakin rumit adalah sikap pihak Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya Kepala Dinas PTSP, Kepala Dinas Pariwisata, dan Satpol PP yang diduga dinilai tidak tegas dalam menangani masalah ini.
“Ini jelas memalukan, kita melihat reaksi pihak Propinsi yang malah terlihat bingung dan stress ketika ada protes soal THM ilegal. Bukannya mendukung upaya perbaikan, malah mereka yang kasat kusut. Sebagai masyarakat, kita bertanya, ada apa dengan mereka?” ungkap Hanif Aji Muslim dalam pernyataan resminya.
Lebih lanjut, Hanif mengkritik keras sikap Gubernur Sulsel yang diduga dinilai lemah dalam mengambil langkah tegas terhadap THM ilegal Exodus ini. BMI meminta agar keberadaan THM tersebut dikaji secara komprehensif, baik dari sisi agama maupun aturan hukum yang berlaku.
“Kalau keberadaan THM ini bertentangan dengan agama, apa yang akan dilakukan oleh Gubernur? Dan jika dianggap ilegal, kenapa masih dibiarkan? Ini jelas diduga melanggar aturan. Jangan sampai para Kadis yang seharusnya paham malah terkesan menutupi masalah ini,” tambah Hanif.
Brigade Muslim Indonesia menuntut agar Pemerintah Provinsi Sulsel dalam hal ini Kadis Pariwisata dan Kasatpol PP segera mengambil tindakan yang tegas dan mematuhi aturan yang ada, demi menegakkan hukum dan menjaga moralitas masyarakat.
*Brigade Muslim Indonesia*
*Muhammad Hanif Aji Muslim*
*Ketua Harian*





