MAKASSAR – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com– Kehebohan muncul di tengah masyarakat terkait temuan mengejutkan di Rutan Makassar. Meski berada di dalam pengawasan ketat, Dugaan sejumlah narapidana kasus narkoba terlihat asyik melakukan video call dan berkomunikasi dengan orang luar menggunakan telepon genggam. Hal ini menciptakan pertanyaan besar mengenai efektivitas pengawasan di dalam rumah tahanan, khususnya di blok yang menampung napi-napi dengan kasus narkoba.
Beberapa waktu lalu, Ketua Karang Taruna Makassar menunjukkan bukti rekaman video yang menunjukkan aktivitas napi narkoba yang terlihat santai menggunakan ponsel meski dalam pantauan petugas rutan. Tindakan ini jelas mencoreng citra penjara sebagai tempat untuk memberi efek jera pada pelaku kejahatan, khususnya yang terkait dengan narkoba, prostitusi online, judi online, dan (passobis).
Tak hanya melakukan panggilan video, napi-napi ini bahkan dapat dihubungi kapan saja, bahkan pada dini hari, menunjukkan betapa longgarnya pengawasan di dalam rutan. Warga Makassar yang semakin resah menganggap bahwa kondisi ini semakin memperkuat anggapan bahwa penjara bukan lagi tempat yang efektif untuk mengatasi peredaran narkoba, malah seolah menjadi tempat yang memfasilitasi bisnis haram yang semakin berkembang.
Dugaan ini semakin diperburuk dengan ketidakmampuan pihak rutan untuk mengantisipasi peredaran ponsel di dalam blok tahanan. Kondisi ini semakin menambah kecurigaan bahwa pengawasan yang lemah justru di duga disengaja untuk mendukung praktik pungutan liar dan memperparah masalah narkoba di dalam rutan.
Menanggapi hal ini, masyarakat melalui BMI mendesak agar pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dan Menteri Hukum dan HAM segera turun tangan. Mereka menuntut agar Kepala Rutan Makassar dan Kepala Pengamanan di sana segera diganti dengan individu yang lebih berkompeten dalam menangani persoalan ini. Evaluasi total terhadap seluruh sistem pengawasan di lapas dan rutan di Indonesia juga dianggap sangat penting, mulai dari pengawasan di bagian depan hingga di blok-blok tahanan.
Diharapkan, langkah ini dapat mengurangi potensi kejahatan narkoba, prostitusi online, judi online, dan berbagai bisnis ilegal lainnya yang beroperasi di dalam rutan. Ke depan, langkah-langkah konkret harus segera dilakukan untuk mencegah agar situasi serupa tidak terjadi lagi di lapas atau rutan lainnya.





