MAKASSAR – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com– Sekitar enam puluh Kepala Sekolah Menengah Atas ( SMA ) Swasta sekota Makassar menghadiri kegiatan dialog Sinergitas dan Kolaborasi Pemerintah Dengan Sekolah Swasta di Hotel Mercure Makassar , Rabu 26 Februari 2025 .
Menjawab Pertanyaan, menurut Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta ( BMPS ) Provinsi Sulawesi Selatan, H.Irman Yasin Limpo SH.MH menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pembenahan sekolah swasta dan sekaligus mengawal regulasi PPDB dan perpindahan siswa dari sekolah swasta ke negri , dan ia juga berharap kepada sekolah negri di tahun ajaran baru penerima Siswa per kelas yakni 36 orang .
Ketika ditanya tentang siswa yang mengikut proses belajar dikelas baru enam bulan sudah minta pindah ke lembaga pendidikan sekolah negri. Menurut dia , berdasarkan Juklis di ijin siswa dari sekolah negri pindah sekolah swasta tapi realita yang terjadi dilapangan saat ini , justru siswa dari lembaga pendidikan sekolah swasta yang pindah ke lembaga pendidikan Negri .
Menurut dia, itu hak orangtuanya yang tidak bisa kita larang , tapi dengan catan siswa yang bersangkutan bisa pindah jika sudah satu tahun mengikuti proses belajar disekolah tersebut , karena sudah punya nilai tapi kalau baru enam bulan belum bisa pindah ,” begitu ucapan .
Maka oleh karena itu untuk kedepan nanti siswa yang pindah ke sekolah negri , selain kepala sekolahnya menandatangani , pihak BMPS juga perlu mengetahuinya,” begitu kata dia, disambut aplaus dari peserta diskusi .
Sedangkan Dr Ir.Mahmud MM.MSP .MT selaku anggota DPRD Propinsi Sulawesi Selatan, Komisi E menyampaikan bahwa siap mengawal dan mengawas PPDB / SPMB dan jika ada data dan hal yang belum betul maka silakan lapor kepada saya,” begitu ucapnya. Sementara Drs .Patahuddin MS.i selaku Ketua MKSSS kota Makassar mengharapkan kepada semua pihak untuk bekerja sama,” begitu kata dia
Pada sesi tanya jawab, yang dipandu moderator Mattawang S.Pd. SE. MM.MH . Sejumlah kepala sekolah menyampaikan bahwa jumlah siswa di lembaga pendidikan yang mereka pimpin akhir – akhir ini siswanya terus berkurang hal itu disebabkan siswa yang sekolah di lembaga pendidikan mereka sepertinya hanya titipan yakni enam bulan siswa yang bersangkutan sudah pindah sekolah negri .
Disisi lain , mereka menyampaikan bahwa syukur Alhamdulillah cetakan sekolah swasta sudah banyak yang jadi walikota dan Bupati,” begitu tutup mereka .








