Makassar, -Klivetvindonesia.com- 3 Januari 2025 – Sejumlah penumpang yang menggunakan jasa Kapal Pelayaran Nasional Indonesia (PLNI) di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Sulawesi Selatan, mengungkapkan rasa resah mereka akibat ketidaktertiban para penjual asongan yang sering menyerobot jalan masuk. Penumpang mengeluhkan jarak yang semakin jauh ketika hendak naik atau turun dari kapal, terutama dengan adanya tangga yang harus dilalui.
“Kami dulu tidak merasa jauh, tetapi sekarang kami harus melewati tangga dan itu terasa sangat menyulitkan. Sebelumnya, jaraknya lebih dekat,” ujar beberapa penumpang yang ditemui di lokasi.
Informasi yang diperoleh dari sejumlah penumpang menunjukkan bahwa mereka merasa tidak nyaman dengan perubahan jalur yang terpaksa dilalui. Hal ini diperparah oleh keberadaan penjual asongan yang sering kali memaksa lewat pintu yang seharusnya tidak digunakan, meskipun sudah ada larangan dari pihak keamanan seperti polisi dan petugas security.
“Walaupun ia sudah dilarang oleh petugas, penjual asongan tetap saja masuk dan menyerobot jalur yang menyebabkan pintu di bawah akhirnya harus ditutup,” tambah salah satu penumpang yang merasa terganggu.
Pihak keamanan pelabuhan berupaya mengatasi masalah ini dengan menertibkan pedagang asongan yang sering kali mengganggu kenyamanan penumpang. Namun, meskipun ada larangan dan pengawasan, praktik tersebut masih sering terjadi dan menambah ketidaknyamanan para pengguna jasa kapal.
Penumpang berharap agar pihak berwenang dapat segera mengambil tindakan tegas untuk menertibkan pedagang asongan di area pelabuhan, sehingga kenyamanan dan keselamatan penumpang dapat terjamin.





