KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com–
Oleh : FRANS KATO
Dalam konteks media masa kini, perdebatan antara idealisme dan realisme menjadikan hal yang sangat relevan, terutama dalam praktek jurnalisme kekinian dan produksi konten media baik media cetak elektronik maupun media online yg saat ini dianggap paling efektif dan sesuai perkembangan zaman.
Sehubungan dengan hal ini Jurnalis sering dihadapkan pada tantangan dalam menyeimbangkan prinsip-prinsip objektivitas dan kewajiban sosial dengan tekanan eksternal seperti kepentingan politik, ekonomi, dan industri media itu sendiri .
Merujuk pada Observasi dari beberapa lembaga Penelitian yang membahas bagaimana” jurnalis bernegosiasi” antara tuntutan profesionalisme dalam jurnalisme dan aspirasi idealis mereka terhadap fungsi sosial media massa.
Oleh karena itu, dalam media dan jurnalist terdapat dinamika antara nilai-nilai idealis dan mekanisme pasar.
Dalam era kapitalisme global, media massa menghadapi tantangan bagaimana arus kapitalisme global secara tidak langsung menyeret idealisme pengelola media ke ranah komersialisasi, yang kemudian berdampak pada ketidakmampuan untuk menolak intervensi politik dan ekonomi yang mencemari independensi media dalam mengungkap dan menyajikan fakta.
Perdebatan antara idealisme dan realisme dalam media masa kini menunjukkan bahwa meskipun cita-cita luhur penting untuk dijadikan panduan, penyesuaian dengan kondisi nyata dan pragmatisme juga diperlukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Keseimbangan antara keduanya menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan dan tindakan yang efektif di berbagai bidang.





