Anggota Polres Puncak Jaya Tewas Ditembak KKB di Papua

PUNCAK– KLTV INDONESIA

klivetvindonesia.com,,

Puncak Jaya, 21 Januari 2025 – Lagi-lagi, sebuah penembakan terjadi terhadap personil Polres Puncak Jaya di Papua. Selasa, 21 Januari 2025, sekitar pukul 12:18 WIT, Brigpol Ronald M. Enok, anggota Polres Puncak Jaya, menjadi korban penembakan di Kampung Lima-Lima, Kabupaten Puncak ,akibat dari hal itu korban tewas.

Kuat dugaan penembak itu dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dipimpin oleh Bumiwalo Telenggen. Peristiwa itu terjadi saat korban tengah dalam perjalanan pulang usai mengunjungi kantor KPU untuk mengecas ponselnya. Setelah meninggalkan ponsel yang sedang dicas, korban meminta izin untuk membeli minyak tanah. Pada perjalanan pulang, di Kampung Lima-Lima, korban ditembak oleh OTK yang menyebabkan luka serius di bagian dada dan rusuknya .

Sedangkan pihak kepolisian tahu insiden penembak tersebut, menyusul mendapat informasi telpon dari masyarakat atas peristiwa penembakan yang terjadi pada personil Polres Puncak Jaya di Kampung Lima-Lima.

Setiba ditempat kejadian peristiwa ,korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Mulia untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawa korban tak dapat diselamatkan .

Hasil pemeriksaan korban terkena tembakan pada bagian dada sebelah kanan tembus ke bagian belakang, serta dua lubang tembakan pada rusuk kiri yang tembus ke rusuk kanan dan ditemukan selongsong peluru berkaliber 9,9 mm ditempat kejadian peristiwa .

Sementara itu,Kombes Pol Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2025, dalam konferensi pers membenarkan kejadian tersebut dan dia menyebutkan bahwa korban telah diserahkan kepada pihak keluarga di Jayapura untuk dimakamkan .

Keterkaitan dengan penembakan tersebut kepolisian setempat melakukan penyelidikan atas kejadian ini. dan diharapkan kepada masyarakat untuk memberi informasi untuk mengungkapkan pelaku dari tindakan keji ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *