Bukan Sembarangan Pemilik, Karna Penimbunan BBM Solar Di Pangkep  Susah Diberantas 

KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.comPangkep, 15 Januari 2024 Aktivitas penimbunan BBM jenis solar di Pangkep Sulawesi Selatan menjadi perhatiaan serius warga masyarakat karena dampaknya akan terjadi kelangkaan solar dan harga akan melambung atas penimbunan tersebut . 

 

Kuat dugaan aktivitas itu dilindungi karena selayaknya seperti usaha yang mendapat ijin sehingga para penimbun itu , tidak merasa beban atas aktivitas yang ia mainkan .

Penimbun tersebut dinilai merugikan orang banyak terutama masyarakat yang membutuhkan bahan bakar dengan harga terjangkau.

 

Mencermati hal tersebut, wartawan menemui Ketua Lembaga Komnas Waspan RI, Drs Shafrry Sjamsuddin, disekertariatnya , Rabu 15 Januari 2024 di Makassar .

 

Menjawab pertanyaan, menurut dia sangat disayangkan jika benar aktivitas tersebut sudah lama berlangsung . Oleh karena itu sebagai Ketua Komnas RI, saya berharap

Aparat Penegak Hukum dapat segera ambil tindakan tegas agar para pelaku penimbunan BBM tersebut jerah dan tidak lagi melakukan perbuatan serupa .

 

Selain itu , ia juga berharap kepada Aparat Penegak Hukum tidak hanya memproses secara administratif, tetapi harus melakukan langkah konkret dengan menindak tegas kepada pihak-pihak yang diduga ikut terlibat dan membeking kegiatan ilegal tersebut ,” ujar Shafrry .

 

Mengingat hal itu penting, ia berharap perlu ada transparansi dan sinergi antara aparat penegak hukum, masyarakat, dan media dalam mengungkap kasus-kasus serupa. Oleh karena itu praktik penimbunan BBM tersebut harus dilakukan secara cepat dan akurat agar tidak menciptakan persepsi buruk di masyarakat bahwa hukum itu bisa dibeli maka tindakan tegas segera dilakukan.

 

Keterkaitan dengan hal tersebut masyarakat juga berharap kepada pihak berwenang agar segera melakukan langkah-langkah nyata dalam memberantas peredaran BBM ilegal ini, demi untuk menjaga ketahanan energi nasional dan memastikan distribusi BBM sampai ke tangan konsumen dengan harga yang wajar.Tutupnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *