TAKALAR– KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com, Takalar, 3 Januari 2025 – Beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Takalar bertemu dengan tenaga honorer pegawai kesehatan pada hari Jumat, 3 Januari 2025, pukul 16.00 WIB, di ruang Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kabupaten Takalar. Pertemuan ini diadakan sebagai respons terhadap aksi demonstrasi yang digelar oleh tenaga honorer kesehatan yang menuntut perhatian dan solusi terkait status pekerjaan mereka.
Dalam kesempatan tersebut, wartawan KLTV INDONESIA menemui Ir. Husniah Rachman dg. Tayu, anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat, yang memberikan penjelasan mendalam mengenai status pegawai honorer kesehatan. Penjelasan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai berbagai aspek terkait status pekerjaan dalam organisasi pemerintahan, terutama dalam sektor kesehatan.
Husniah juga menjelaskan bahwa pemahaman yang jelas mengenai status pegawai sangat penting untuk memastikan hak dan kewajiban mereka dipahami dengan baik. Penjelasan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih transparan dan produktif di Kabupaten Takalar.
Pada kesempatan yang sama, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Takalar menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan nasib tenaga honorer kesehatan di daerah tersebut. Ahmad, anggota DPRD dari Fraksi Nasdem, menyatakan, “Sebagai anggota dewan yang mewakili rakyat Takalar, saya merasa berkewajiban untuk memperjuangkan kesejahteraan tenaga honorer kesehatan. Kami berharap agar ada solusi konkret yang dapat memberi angin segar bagi mereka terkait masalah status dan hak-hak mereka.”
Sementara itu, Iksan, anggota DPRD dari Partai Hanura, menambahkan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk mencari solusi terbaik bagi pegawai honorer kesehatan di Kabupaten Takalar. “Demo yang digelar oleh tenaga honorer kesehatan di DPRD Takalar ini hanya sebatas untuk memperjuangkan nasib mereka. Kami berkomitmen untuk menyampaikan aspirasi ini kepada Pemerintah Kabupaten Takalar, khususnya kepada Dinas Kesehatan, agar segera mengadakan rapat dengan Kepala Dinas Kesehatan untuk mencari solusi terbaik,” ungkap Iksan.
Iksan juga menegaskan pentingnya penyelesaian masalah ini secara bersama-sama, agar tidak terjadi ketegangan atau keresahan di kalangan tenaga honorer kesehatan. “Kami berharap masalah ini dapat segera diselesaikan agar pegawai honorer kesehatan tidak lagi merasa terpinggirkan,” tambahnya.
Rapat antara anggota DPRD dengan tenaga honorer kesehatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar diharapkan dapat memberikan solusi yang dapat diterima oleh semua pihak, sehingga tenaga honorer kesehatan dapat terus melanjutkan tugas mereka dengan lebih baik.
Penulis: Ikbal, SH.







