KORUPTOR JANGAN DIJADIKAN LAHAN BISNIS 

 

KLTV INDONESIA oleh : FRANS KATO 
klivetvindonesia.com– ” Untung yang Korupsi” sudah banyak uang yang di dapat hukumnya tidak setimpal dengan perbuatan-nya . Inilah yang membedakan dengan pencuri Ayam” belum diproses hukum-nya sudah ditendang tulang keringnya , padahal Ayam tersebut kalau dijual nilai rupiahnya tak seberapa.

 

dan jarang kita dengar pelaku Korupsi ditendang tulang keringnya atau ditempeleng karena dia santun dan pintar bagi – bagi-nya tapi ” pencuri Ayam hanya pintar kali , tambah dan kurang, tiba giliran bagi , dia tak sanggup bagi karena hasil curian-nya kecil maka ia “diperlakukan beda dengan pelaku korupsi. padahal sama – sama melakukan tindakan kriminal tapi perlakuan , fasiltas yang disiapkan berbeda begitu juga dengan putusan hukumnya .

 

Oleh karena itu dengan adanya gambaran penangan kasus Korupsi yang hukumnya belum setimpal dengan perbuatan-nya dan lain sebagainya .

 

Kuat dugaan kecendrungan oknum pejabat , pengusaha, politisi , pegawai , individu yang memiliki kekuasaan atau pengaruh bisa saja masih ada yang mau melakukan Korupsi jika ada peluang dan kesempatan .

dana dari hasil rampok tersebut kadangkala digunakan untuk bisinis”.

 

Ilustrasinya , begini seseorang yang bekerja di perusahan swasta maupun negri yang bertahun – tahun bekerja dan sampai pensiun belum tentu , ia terima Uang pesangon-nya puluhan milliaran rupiah tapi kalo ia Korupsi ratusan milliaran hingga triliunan rupiah dan hukuman-nya hanya beberapa tahun maka ditinjau dari sudut bisnis pelaku korupsi tersebut untung karena hukum ringan baru dia dapat uang banyak setelah usai dibagi – bagi kepada orang yang berkompeten dengan urusan kasusnya.

 

Oleh karena itu agar orang takut dengan Korupsi hukuman-nya harus berat dan tak perlu harus beri pengampunan kepada mereka, karena perbuatan yang mereka lakukan itu atas dasar keserakahan pribadinya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *