Klivetvindonesia.com, Sambas- Hendy Pratama seorang jurnalis dari media www.postkotapontianak.com beberapa waktu lalu menerbitkan pemberitaan yang berjudul ” Lempar Batu Sembunyi Tangan, Isu Suap Memanas” ditayang pada tanggal 22 Desember 2024.
Kemudian pada tanggal 23 Desember 2023 media ini menindak lanjuti pemberitaan tersebut dengan konfirmasi ke pihak pihak yang disebutkan namanya dalam pemberitaan, alhasil terbit pemberitaan dengan judul ” Viral Terkait Dinas Pendidikan Sambas, Ramidi: Saya Tidak Tau Apa Motifnya.
Hal ini kembali ditanggapi oleh saudara Hendy Pratama, via telpon WhatsApp menyampaikan terkait pernyataan ramidi, ia justru meminta agar dilakukan pembuktian.
“Jikalau menurut ramidi apa yang saya sampaikan itu opini, ya dibuktikan dong jangan sekedar ngomong.
kalau ngomong mah bebas dia mau ngomong apa karena bohong kan gak bayar,” ungkapnya.Rabu,25/12/2024.
Selanjutnya iya juga mengaskan bahwa apa yang disampaikan adalah hasil dari pembicaraan yang bersangkutan bukan sekedar mengarang cerita.
“yang saya sampaikan itu bukan fiksi bos, itu semua punya rekaman dan tangkapan layar komunikasi saya dengan yg bersangkutan, oh iya saya juga nunggu katanya hari senin kemarin mau klarifikasi sama rekan LSM, kabarnya gimana,” cecarnya.
Lebih jauh, Hendy juga membeberkan bahwa secepatnya ia akan membuat aduan ke polda Kalbar terkait sejumlah dinas di kabupaten Sambas yang menggunakan jasa premanisme untuk menghalangi wartawan dalam menyampaikan informasi keterbukaan publik.
“saya akan adukan ini ke polda kalbar, karena saya pernah mendapat ancaman ketika hendak mempublikasikan proyek dari dinas PUPR dan Perkim LH Sambas, bahkan pernah disampaikan nama 2 orang kabid yg dibackup oleh oknum itu, temuan proyeknya ada juga yg sudah saya sampaikan melalui PTSP kejati kalbar,” pungkasnya.(Son)
(Bersambung..)





