Situasi Banjir Melanda Warga Pangkep  Berbondong- bondong Berburu Ikan  

PANGKEPKLTV INDONESIA

klivetvindonesia.com,  MA’RANG– Banjir besar melanda wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Pangkep, menjelang akhir tahun 2024. Bencana ini telah menyebabkan banyak masyarakat terpaksa menghentikan aktivitas sehari-hari mereka. Dengan terputusnya jalur ekonomi, warga merasakan dampak yang sangat signifikan dalam kehidupan mereka.

Curah hujan yang tinggi mengakibatkan sungai meluap, menggenangi kawasan tambak dan persawahan. Kerugian finansial yang dialami oleh para petani dan petambak tidaklah sedikit; diperkirakan mencapai jutaan rupiah akibat ikan dan udang yang keluar dari tambak akibat air hujan yang melimpah.

Namun, di tengah situasi yang sulit ini, ada harapan dan kreativitas yang muncul. Sejumlah warga yang tinggal di sekitar kawasan tambak antara Kel.Talaka-Kel.Attasalo Kec.Ma’rang, Kabupaten Pangkep, Sejak Sabtu 21 sampai  Senin tanggal 23 Desember 2024, mulai memanfaatkan waktu mereka dengan berburu ikan yang terlepas dari tambak. Meski kondisi cuaca tidak mendukung, semangat masyarakat untuk mencari rezeki tetap membara.

Bermodalkan alat tangkap tradisional seperti jala dan jaring, para pencari ikan ini menjadikan aktivitas berburu ikan sebagai hiburan sekaligus sumber penghasilan sementara. Mereka mencari ikan seperti bandeng dan nila di jalan penghubung antara Kelurahan Talaka dan Kelurahan Attasalo. Aktivitas ini tidak hanya memberikan hasil tangkapan, tetapi juga membantu menghilangkan kejenuhan akibat terkurung dalam situasi banjir yang berkepanjangan

H.Kadir, salah satu tokoh masyarakat di Kelurahan Attasalo hadir mendampingi warga setempat , mengungkapkan harapannya agar bencana seperti ini semoga tidak terulang di masa depan. Dia berharap  kepada pemerintah untuk melakukan evaluasi dan persiapan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan serupa. Dengan harapan yang kuat, masyarakat berharap dapat bangkit kembali dari bencana ini dan memperbaiki kehidupan mereka setelah kondisi normal kembali.

Meskipun bencana membawa banyak kesulitan, ketahanan dan semangat masyarakat Pangkep dalam menghadapi musibah patut dicontoh. Mereka tetap berusaha mencari cara untuk bertahan dan menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan, meski dalam situasi yang penuh tantangan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *