Klivetvindonesia.com,Jakarta- Forum think tank global yang diselenggarakan oleh Center for China and Globalization (CCG) mengundang perwakilan organisasi internasional, pejabat pemerintah, akademisi, lembaga penelitian, lembaga think tank dan pemimpin muda dari seluruh dunia untuk ambil bagian dalam agenda flagship (utama) CCG.(17/12/2024)
Agenda tersebut yakni 9th China Global Think Tank Innovation Forum di Hotel Grand Millennium Beijing, Tiongkok pada tanggal 4 Desember 2024.
Harsen Roy Tampomuri menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia pada dua agenda global tersebut.
Harsen merupakan Tokoh Muda Indonesia dari Sulawesi Utara yang orang tuanya berasal dari Langowan, Tombatu dan Tomohon. Dia merupakan dosen yang kini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Pusat Studi Geopolitik dan Global Universitas Bung Karno (UBK)Jakarta dengan segudang prestasi dibidang akademik sejak studi S1-S3 serta pengalaman dan pengabdian dibidang sosial dan kepemudaan.
Harsen yang juga Tenaga Ahli (Advisor) Kantor Staf Presiden 2019-2024 terundang bersama Magdalena Rakovec dari Slovenia mewakili para pemimpin muda dunia dari forum Global Young Leaders Dialogue (GYLD) sebagai pembicara pada sesi panel pembukaan forum think tank global tersebut. Harsen mengikuti seluruh rangkaian agenda ke Tiongkok pada tanggal 3-9 Desember 2024 baik 9th China Global Think Tank Innovation Forum, Global Young Leaders Forum maupun agenda bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing dan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok.

Dalam pembukaan forum, hadir sejumlah tokoh yang beberapa diantaranya membawakan sambutan yakni Siddharth Chatterjee, United Nations Resident Coordinator in China; JorgeToledo Albinana, Head of the European Union Delegation to China; JIANG Jianguo, Member of the Standing Committee of the CPPCC National Committee,Deputy Director of the Ethnicand Religious Affairs; YANG Wanming, President, The Chinese People’s Association For friendship with Foreign Countries (CPAFFC) dan Henry Huiyao Wang sebagai Founder Dan presiden dari CCG yang juga former counselor China State Council.
Forum ini mendiskusikan banyak isu strategis seperti tata kelola pemerintahan global, kerjasama global, hubungan Tiongkok-AS pasca pemilu AS, tata kelola kecerdasan buatan (Al)secara global,agenda pembangunan berkelanjutan dari PBB, dan Hak Asasi Manusia.
Forum ini merupakan forum terbesar dari CCG yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan kehadiran kurang lebih 90 lembaga think tank dari seluruh dunia dan peserta dari hampir 50 negara antara lain Amerika Serikat, Inggris, Italia, Selandia Baru, Kanada,Spanyol,India,Indonesia, Prancis, Jerman, Honduras, Norwegia, Georgia, Mesir, Yordania, Kuwait, Turki,Maroko,Iran, Lebanon, Finlandia, Pakistan, Belgia, Korea Selatan, Singapura, Swiss, Ukraina,Kuba,Botswana, Belanda, Rumania, Singapura, Slovenia, Azerbaijan, dll.
Mabel Lu Miao, Sekretaris Jenderal CCG dan penggagas forum GYLD, bertindak sebagaimoderator.Mabel secara khusus menjelaskan bahwa forum ini mengadopsi model baru yang menggabungkan pakar senior Tiongkok dan asing dengan perwakilan pemimpin muda.(Son)





