MAKASSAR – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com-– Sejumlah 44 wisudawan dan wisudawati menjadi lulusan IPI ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan setelah belajar 4 tahun di kampus helat wisuda angkatan ke-V tahun akademik 2024/2025 di Ballroom Hotel Four Points By Sheraton Makassar pada Hari Selasa, 17 Desember 2024.
Rektor IPI ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, Dr. Hj. Nurhayati Azis S.E., M.Si, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya terhadap para wisudawan. Jumlah alumni angkatan ini cenderung minim karena mendaftar kuliah disaat Covid-19 melanda.
“Harapan kami, para lulusan bisa berkarya di wilayah profesional yang mereka minati. Namun, sebagai lulusan dimanapun ananda berada nilai-nilai Islam diinternalisasikan, kami juga berharap para lulusan bisa berkarya di atas landasan spirit dan etik Islam”. Ujarnya
“Harapan kami para sarjana IPI Gowa menjadi profesional Islami. Siap berkarya di berbagai bidang profesi, keilmuan dan keahlian, tanpa harus tercerabut akar identitas moralnya sebagai seorang Muslim,” ungkapnya.
Rektor IPI ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan yang juga sebagai Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Sulawesi Selatan memberikan pesan yang mengguncang perasaan semangat wisudawan serta para hadirin.
Lanjut dalam pidatonya disebutkan sesuatu yang tidak lebih penting. Ditambahkan persoalan tantangan yang dihadapi setiap perguruan tinggi baik dalam ilmu pengetahuan maupun menghasilkan lulusan, semakin hari semakin berat.
Sehingga tantangan yang dihadapi semakin berat karena tidak hanya dihadirkan oleh dinamika ilmu pengetahuan atau makin ketatnya penerimaan lapangan kerja terhadap lulusan yang dihasilkan perguruan tinggi, melainkan tantangan yang lahir dari kompetisi perguruan tinggi sendiri guna menjadi lembaga pendidikan terbaik dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan mencetak para sarjana cendekiawan.
Terkait tantangan dan kebutuhan pengembangan ke depan, Institut Parahikma Indonesia (IPI) Gowa telah menyiapkan SDM yang professional dan berkualitas. Adapun jumlah dosen yang dimiliki oleh Institut Parahikma Indonesia
(IPI) Gowa sebanyak 46 orang yang terdiri dari lulusan terbaik dalam dan luar Negeri.
Dosen lulusan dalam negeri 32 orang dan alumni Luar Negeri yang dimiliki oleh Institut Parahikma Indonesia (IPI) Gowa sebanyak 14 orang baik itu dari Alumni Amerika, Australia, Tunisia, Belanda, dan Inggris.
Berangkat dari prestasi yang diraih oleh SDM yang dimiliki oleh IPI ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, maka pada aspek globality, IPI Gowa ingin mengokohkan diri sebagai salah satu perguruan tinggi baru yang memiliki kemampuan pengetahuan yang mampu bersaing baik pada taraf Nasional maupun Internasional.
Pengokohan dilakukan dengan memperkuat tradisi akademik dan publikasi riset karya civitas IPI ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan di berbagai jurnal nasional-internasional bereputasi.
Hal ini merupakan aspek penting dalam mengokohkan rekognisi global atas IPI Gowa sebagai Perguruan Tinggi yang memiliki pengetahuan dunia.
Untuk itu, di tahun ini, Institut IPI ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan melaksanakan sejumlah kegiatan untuk peningkatan mutu Perguruan Tinggi melalui proses Akreditasi yang dilakukan oleh BAN- PT.
Berdasarkan hasil akreditasi kriteria 9 diperoleh hasil yang luar biasa dimana seluruh program studi di bawah naungan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam telah terakreditasi dan begitupula pada tingkatan Institusi telah memperoleh akreditasi dengan predikat “Baik”.
Hal ini menandakan bahwa IPI ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan mampu bersaing dengan perguruan Tinggi lainnya.
Harapan kami ke depan mampu mengubah Institut menjadi Universitas dan tentunya diperlukan kerja keras baik pada lingkup civitas akademika, stakeholder dan seluruh alumni IPI ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan.
Ada tiga pesan yang diungkapkan rektor kepada para wisudawan untuk mempersiapkan diri sebagai zu’ama/pemimpin islami, yaitu:
Pertama, Peka terhadap issu yang berkembang dan mempersiapkan diri mampu menjawab tantangan zaman.
KH. Ahmad Dahlan Pendiri Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah pantas disebut sang pencerah karena memahami kebutuhan masyarakat dan memberikan solusinya.
Diharapkan alumni yang akan di lepas dan sebentar lagi akan diserahkan kembali kepada orang tua, nantinya menjadi pencerah umat di lingkungan masing-masing.
Kedua, Berpandangan maju, melakukan perubahan kearah yang lebih baik, karena perubahan itu adalah keniscayaan.
Pemimpin yang hanya mencari aman, tidak mau berani mengambil risiko, sejatinya dia telah kehilangan eksistensi kepemimpinannya.
Selain membawa perubahan untuk dirinya zu’ama yang handal mampu memberikan dorongan kepada orang lain untuk maju, dan berkemajuan yang diharapkan ‘Aisyiyah adalah karya yang mengedepankan keunggulan.
Ketiga, Memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri, Alumni IPI ‘Aisyiyah Sulsel mampu mengatur perilaku dan bekerja secara profesional agar dilingkungan kerja yang nantinya mereka hadapi menjadi contoh dan teladan yang baik bagi seluruh rekan kerja mereka.
Pada kesempatan ini, Kepala Kopertais Wilayah VIII yang juga adalah rektor UIN Alauddin Makassar turut memberi petuah pada wisudawan/wati diantaranya,
“Jadilah sarjana trans disipliner yang tidak hanya menguasai disiplin ilmu yang dipelajari, tapi juga menguasai disiplin ilmu lainnya”.
Beliau sangat optimis bahwa kampus ini akan berkembang pesat menjadi universitas dengan kualitas SDM dosen, mahasiswa, hingga alumninya yang bersaing dalam kancah regional, nasional, hingga internasional.





