Polrestabes Makassar Mengajak Kepada Mahasiswa Papua Untuk Taat Kepada Kesepakatan  

 

MAKASSAR – KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com– Aksi demonstrasi Mahasiswa Papua berujung ricuh di depan RSKD Gigi dan Mulut Jalan Lanto Dg Pasewang Makassar , Senin 2 /12/24 .

 

Aksi tersebut dalam rangka mengangkat issu Momentum 63 Tahun Deklarasi Kemerdekaan Bangsa West Papua 1 Desember 1961 – 1 Desember 2024 dan Menolak Segala Bentuk Kebijakan Kolonialisme Indonesia.

 

Hasil pantauan sekitar pukul 10.05 Wita, mahasiswa asal Papua bergerak menuju ke depan RSKD Gigi dan Mulut Jalan Lanto Dg Pasewang , namun massa tersebut ditahan oleh Gabungan Pamka dari Sat Samapta Polrestabes Makassar dan Dit Samapta Polda Sulsel.

 

Sekitar pukul 10.10 Wita, Dir Intelkam Polda Sulsel KOMBES POL HAJAT MABRUR BUJANGGA, S.H., S.I.K., M.M. memberikan pemahaman kepada mahasiswa Papua agar dalam aksi unras tetap dalam situasi aksi yang damai.

 

Sekitar pukul 10.35 Wita, mahsiswa asal Papua berusaha mendobrak barikade pasukan Gabungan Pamka yang mengakibatkan demonstrasi berujung ricuh karena terjadi bentrok antara masyarakat sekitar sehingga massa gabungan Pamka berusaha pukul mundur mahasiswa asal Papua untuk kembali ke dalam asrama dengan menggunakan mobil water canon dan tembakan gas air mata.

 

Akibat kejadian demo ricuh menimbulkan korban luka Personil Sat Samapta Polrestabes Makassar, yakni Bripda Dimas Widodo mengalami luka pada bibir akibat terkena lemparan batu.

 

Pukul 10.55 wita Kapolrestabes Makassar Kombespol Dr. Mokhmad Ngajib, S.IK, MM. melakukan negosiasi dengan mahasiswa yang berada di dalam Asrama Papua untuk tidak keluar dari Asrama dan bersama untuk menjaga keamanan.

 

Sekitar Pukul 10.57 Wita, 10 (sepuluh) org diamankan di samping RSKD Gigi dan Mulut dibawa kembali ke dalam Asrama Papua.

 

 

Pukul 11.00 wita Kapolrestabes Makassar bernegosiasi dengan 2 (dua) orang yang mengaku sebagai LBH Mahasiswa Papua, namun saat berjalannya negosiasi ke dua orang tersebut diamankan oleh Jatanras Polrestabes Makassar dan dibawa ke Polrestabes Makassar.

 

Pukul 11.20 saat petugas keamanan mengembalikan 10 org mahasiswa yang sebelumnya diamankan , terjadi pelemparan batu ke arah petugas yang mengakibatkan petugas melakukan tindakan tegas dengan melakukan penembakan gas air mata.

 

Pukul 11.25 wita Kapolrestabes kembali menghimbau mahasiswa Papua yang berada di dalam Asrama untuk tidak melanggar kesepakatan untuk sama-sama menjaga diri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *