Klivetvindonesia.com, Sambas, Kalbar -Calon bupati kabupaten Sambas nomor urut 1 FAHRUR ROFI, S.I.P.,M.H.Sc dan Keluarga Alm. Ir. H. Burhanuddin A.Rasyid mengadakan press release dalam menyikapi maraknya dugaan fitnahan yang beredar luas di media sosial.
‘”Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Wr Wb
Adil Ka’talino Bacuramin Ka Saruga
Basengat Ka Jubata
Arus..Arus..Arus
Selamat Malam dan Salam Sejahtera Untuk kita semua
Alhamdulillahirabil alamin Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan Hidayahnya kita dapat dipertemukan dalam keadaan sehat walafiat.
Shalawat serta salam kita haturkan kepada baginda Rasulullah Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan pengikutnya sampai akhir zaman, Amiin.
Pertama agak berat saya melangkahkan kaki untuk menggelar Press Release malam ini, Beberapa agenda kampanye saya yang sudah terjadwal tidak dapat saya laksanakan sampai selesai pade hari ini, tanpa mengurangi rasa hormat saya mengucapkan permohonan maaf kepada warga masyarakat yang belum bisa saya temui untuk bertatap muka langsung.
Terima kasih saya ucapkan kepada sahabat-sahabat saya rekan-rekan media yang telah bersedia hadir pada malam ini, sahabat-sahabat tim pemenangan, relawan,Posbakum Burhanuddin Centre, Wakil khusus warga Saya masyarakat Kabupaten Sambas yang sedang menonton Live Press Release itok.
Saya dengan keluarga sudah biasa menghadapi lika-liku terkait situasi dan dinamika yang berkembang, terkhusus persaingan di dunia politik yang terkadang keras dan tajam.
Sejak ayahanda Burhanuddin. A. Rasyid diberikan amanah masyarakat kabupaten Sambas sebagai Bupati selama 10 tahun, selama itu juga kami di Keluarga banyak mendapat ajaran dan pelajaran.
Begitu juga pade saat saya mengikuti langkah jejak Ayahanda Burhanuddin sebagai Politisi pada tahun 2020 dan berhenti menjadi ASN segala resiko tentu sudah saya pertimbangkan matang-matang.
Memasuki persaingan Pilkada tahun ini, saye dan keluarga setelah kepergian Ayahanda Burhanuddin terhitung sudah 1 tahun pade 6 November 20224 kemarin.
Dalam acara Haul kemaren, kami keluarga bersepakat menahan diri untuk tidak menanggapi postingan-postingan yang memfitnah, menghujat dan merendahkan pihak Keluarga termasuk dialamatkan kepada saya secara pribadi.
Semakin kesini ternyata makin jadi, makin diluar batas. Atas permintaan sahabat-sahabat melalui telpon dan WA, termasuk kawan dari almarhum serta Keluarga, maka kami bersikap untuk meminta aparat Kepolisian Sambas dan Polda Kalbar memproses postingan-postingan akun-akun yang tidak bertanggung jawab yang telah merendahkan kehormatan pribadi saya dan Alm. Ir. H. Burhanuddin A. Rasyid.
Kami meminta untuk akun-akun fake tersebut diproses melalui hukum yang berlaku.
Kepada segenap Tim Koalisi, Tim Pemenangan, serta relawan Sambas Bermarwah baik yang ada diruangan ini maupun yang sedang berada dirumah menyaksikan live ini, atas nama Kabupaten sambas yang kita cintai bersama mari kita jaga situasi kedamaian yang kondusif saat ini.
Jangan terprovokasi dari situasi saat ini, rapatkan barisan kita, rapatkan shaf perjuangan kita, Pilkada hanya wahana untuk sirkulasi kepemimpinan daerah, tetapi silaturahmi harus kita jaga, persatuan harus kita jaga.
Jage kampung kita, jaga keluarga kita dan laporkan jika mengalami, dan menemukan potensi-potensi kecurangan pilkada, Kita bantu aparat penegak hukum dan penyelenggara pemilu untuk mensukseskan agenda Pilkada serentak seperti tahun-tahun sebelumnya.
Saya Fahrur Rofi dan keluarga Alm. Ir. H. Burhanuddin A. Rasyid mengajak kite semua untuk mengedepankan adab dan kesopanan baik dalam tata pergaulan kita sehari-hari maupun bermedia sosial.
Agama kita, orang tua kita telah mengajarkan untuk menghormati Urang tua, Para Ulama, Ustadz, dan Guru.
Jujur saya merasa sedih dan terenyuh ketika ulama dan ustadz kita direndahkan dan dihujat dengan kata-kata yang tidak senonoh.
Baru sekarang saya temukan kejadian seperti ini, dan ini jelas bukan karakter orang sambas yang menjunjung tinggi adab dan kesantunan. Keberadaan ulama tanda keberkahan negeri.
Kemajuan teknologi tidak harus meninggalkan kesantunan kite sebagai orang sambas.
Orang sambas orangnya berbudaya, orang sambas orangnya pemaaf, tapi
jangan injak kepala kami, siapapun yang merendahkan martabat dan marwah tidak dapat di benarkan.
Kepada warga saya masyarakat kabupaten Sambas mari kita jaga sama sama wilayah kita dan pihak pihak yang ingin merusak kedamaian yang ada dan jangan terprovokasi, jangan terpancing atas perbuatan provokator yang tidak bertanggung jawab.
Pilkada tinggal menghitung hari kita sukseskan sama sama, kita gunakan suara kita warga masyarakat yang sudah bersatu dan harmonis ini, sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar besarnya sekiranya perkataan dan perlakuan saya kurang berkenan selama tahapan dan masa kampanye ini,”tutupnya.(Son)





