KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com– Pemilih cerdas tidak akan tergiur dengan uang Rp 200.000 – Rp 500.000, ketika ada serangan fajar, begitu juga dengan sembilan bahan pokok karena dibenak pikiran pemilih cerdas mereka butuh calon pemimpin yang sanggup mensejahterakan warga masyarakatnya , bukan rakyat yang mensejahterakan pemimpin dan kelompoknya .
Maka oleh karena itu mereka akan melihat calon – calon mana yang memiliki program – program yang kongkrit yang langsung dirasakan oleh warga masyarakat dari berbagai strata maka pemimpin yang demikian mereka akan mendapat tempat di hati pemilih yang cerdas di masing – masing daerahnya .
Mereka tidak butuh janji – janji manis yang hanya enak didengar di kuping tapi mereka butuh realita yang mampu dilaksanakan oleh calon kepala daerah yang bersangkutan ketika dia terpilih , mereka butuh calon kepala daerah yang mandiri dan mampu memperdayakan lahan tidur dan sanggup menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga masyarakat yang ia cinta sehingga kelak dikemudian hari warga tidak ada lagi ketergantungan -nya kepada pihak lain dan warga masyarakat tidak lagi dijadikan komoditi politik, setiap lima tahun (5) tahun sekali .
Pemilih cerdas mereka akan pilih pemimpin yang tulus membangun daerahnya dan bukan pilih pemimpin yang mau cari hidup ketika ia memimpin .Mereka pilih pemimpin yang tidak mau membiarkan petani , nelayan dan peternak sendiri berjuang di desa. Mereka juga tidak percaya pada calon kepala daerah yang semua bisa dan mempunyai hubungan baik dengan semua mentri sampai presiden karena mereka tahu itu hanya menarik simpatik pemilih untuk mendukung calon kepala daerah yang bersangkutan pada Rabu 27 November 2024 , mereka juga tahu bahwa perkataan dan perbuatan belum tentu seiring dan sejalan, apa yang dikatakan pada kampanye akan berbeda ketika pada saat memimpin nanti .
Ide dan gagasan itu hanya wacana yang dijual agar pemilih , memilih calon yang bersangkutan , namun pada kenyataan belum tentu ide dan gagasan tersebut mampu dilaksanakan ketika calon tersebut terpilih menjadi pemimpin di daerahnya .Pemilih cerdas mereka juga tahu bahwa untuk mendapat bantuan dana dari pusat tidak semuda apa yang ditulis dan apa yang diucapkan maka manis jangan cepat ditelan pahit jangan cepat dibuang butuh waktu untuk di ujih.
Sedangkan pemilih bebal , pemilih yang tidak tajam dalam berpikir sehingga tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk.Pemilih yang demikian akan muda diatur , ketika yang bersangkutan sudah menerima pemberian dari sala satu tim pemenang calon kepala daerah . Pemilih seperti ini tak ada pendirian setiap pemberian dari masing – masing calon diembat semua dengan alasan kami tidak minta Anda yang memberi kami siap menerimanya.
Tipe pemilih yang demikian mereka tidak bisa melihat rekam jejak masing – masing calon kepala daerah , tentang baik buruknya yang mereka bisa lihat berapa besar dana yang diberi masing – masing calon kepala daerah kepada pemilih bebal tersebut ,maka oleh karena itu tidak menutup kemungkinan calon kepala daerah yang rekam jejaknya kurang baik dan kurang cerdas mereka akan pilih yang penting besar dananya jelas dan mereka bisa mendapatkan maka tipe pemilih yang demikian akan mencetak pemimpin yang tak berbobot .
Pemilih yang urat malunya sudah putus harga diri mereka lebih rendah dari harga seekor kambing karena kambing harganya berkisar antara dua juta rupiah sampai dengan tiga juta rupiah ( RP 2 000.000 – RP 3 000.000).
Sementara harga diri pemilih yang menerima serangan fajar berkisar antara Rp 200 . 000 – RP 500. 000 , maka dengan demikian pemilih yang mental seperti ini mereka tidak terlalu pusing peduli dengan daerahnya maju dan tidaknya untuk lima tahun kedepannya karena yang mereka utamakan kepentingan sesaat .
Sedangkan pemilih cerdas mereka takut akan dosa sosial ketika mereka trima many politik karena dalam benak pikiran mereka menginginkan calon pemimpin di daerahnya, pemimpin yang cerdas dan memilik program yang berpihak kepada warga masyarakat di daerah yang akan mereka pimpin sehingga pilihan mereka mampu mencetak pemimpin yang berkualitas .





