Klivetvindonesia.com,sintang-Pembangunan Jembatan Sungai Saeh Desa Sepiluk,Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang yang dikerjakan oleh CV.FATMA MITRA USAHA beralamat di Jl.Wonobaru Komplek Marina Garden No.2 Pontianak – Pontianak (Kota) – Kalimantan Barat diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi.
Jembatan yang baru dibangun tahun 2023 itu dibeberapa bagian sudah ada keretakan sehingga disinyalir anggaran milyaran yang digelontorkan untuk infrastruktur demi memudahkan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari diduga tidak maksimal dikerjakan oleh kontraktor dan adanya dugaan kelalaian pengawasan sehingga terkesan adanya unsur main mata.
Proyek besutan dari Instansi DINAS PEKERJAAN UMUM kabupaten Sintang dengan nilai Pagu Rp. 5.572.116.000,00, HPS Rp. 5.571.866.000,00 Harga Terkoreksi Harga Negosiasi Rp. 5.501.996.197,89 Rp. 5.501.996.000,00 diharapkan ditindak lanjuti oleh aparat penegak hukum karena diduga kuat telah merugikan negara.
Berdasarkan penelusuran dan investigasi awak media, ditemukan beberapa kesalahan pada pekerjaan pemasangan batu yang diperuntukkan sebagai penahan tanah longsoran padah timbunan jalan pendekat di bagian kiri dan kanan timbunan jalan.terlihat pemasangan batu tersebut sudah banyak yang retak dan ada yang ambruk.
Sementara item pekerjaan pada timbunan jalan pendekat/ oprit ABT 01 dan ABT O2 kuat dugaan belum selesai dikerjakan dan ada yang ada yang sudah amblas.

Terkait hal tersebut upaya konfirmasi via WhatsApp ke kepala dinas Pekerjaan umum kabupaten sintang Senin 28/10/2024.
Mursalin mengatakan bahwa.” Konfirmasi ke kabid jembatan atau PPK saja ya. Tulisnya.namun saat di minta no kontak PPK nya sampai saat ini masi belum ada tanggapan.
Ditempat terpisah Ketua Umum Lumbung Informasi Masyarakat (LIMAS) ikut menyoroti hal tersebut.
Syafarahman mengatakan bahwa pemasangan Batu dan penimbunan jalan pendekat pada proyek pembangunan jembatan Sungai Sae Desa Sepiluk Kecamatan Ketungau Hulu kuat dugaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis kontrak kerja.dan jelas ada kerugian negara pada proyek tersebut.
Ditambahkan bahwa kami dari Lumbung Informasi Masyarakat (LIMAS) akan menyiapkan berkas hasil temuan dilapangan dan dalam waktu dekat ini akan kita laporkan, pungkasnya.
Sampai berita ini terbit awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada perusahaan terkait namun belum terhubung. (Son)





