KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com–
Senyum cemerlang seperti susa dibendung oleh wakil rakyat republik indonesia ( DPR RI ). Pasalnya pada hari ini , Selasa 1 Oktober 2024 merupakan hari yang sangat berbahagia buat lima ratus delapan puluh ( 580 ) anggota dewan perwakilan rakyat republik indonesia ( DPR RI ), karena mereka dilantik menjadi anggota DPRI di gedung Nusantara , Senayan Jakarta pusat .
Terhitung hari ini , usai dilantik mereka sudah layak disapa sebagai wakil rakyat , karena dari sekian banyak calon wakil rakyat yang mengikut konstelasi pemilihan calon anggota DPR RI hanya 580 orang yang terpilih seluruh indonesia .artinya mereka dapat dinilai yang ” terbaik dari segala aspek”.
Sebagai wakil rakyat tanpa disadari oleh wakil rakyat yang bersangkutan yakni status sosialnya akan dihormati oleh para mentri ,drijen, para kepala dinas yang berkaitan sesuai dengan komisi yang mereka bidangi . Mereka juga diberi penghasilan sebulan lebih dari cukup,sarana dan parsarana disiap oleh negara . Hal itu yang menjadi sala satu penyebab orang berlomba ‐ lomba “maju mencalonkan dirinya sebagai wakil rakyat”.
Sebagai wakil rakyat di DPR RI , mereka bisa mengkritisi para mentri , Drijen , para kepala dinas dan lain sebagainya jika kerja tidak berpihak kepada kepentingan rakyat . Harapan itu kadangkala sirna seiring perjalanan yang mereka lalui menjadi anggota dewan . Mereka tidak lagi bersuara yang lantang seperti waktu mereka bersosialisasi meyakinkan warga masyarakat untuk memilih mereka menjadi wakil rakyat . Mungkin saja karena situasi telah berbeda sehingga mempengarui pola pikir dan sikap mereka sebagai anggota dewan .
Oleh karena itu menjadi wakil rakyat di DPR RI adalah sebuah kehormatan . Itulah sebannya wakil rakyat selalu disebut anggota yang terhormat ketika bersidang . Wakil rakyat artinya mewakili rakyat menyampaikan aspirasi mereka agar dilaksanakan oleh pemerintah . Dengan demikian pemerintah berjalan untuk memenuhi kepentingan rakyat .
Kondisi yang demikian, kita harapkan kepada wakil rakyat priode 2024 – 2029 , usai mereka dilantik , dengan semangat baru , mereka mampu menjalankan fungsinya sebagai pengawas , penyusun anggaran dan pembuat undang – undang dan kelaknya nanti mereka ” bukan bagian dari wakil rakyat yang ahkal – ahkalan dalam menjalankan fungsinya.
Mereka tidak lagi menjadi wakil rakyat yang menjadi seperti ” makelar proyek ” .
Tak ada lagi anggota dewan yang diborgol karena proyek “. “Tak ada lagi anggota dewan yang suka dengan gratifikasi” .
Rakyat sekarang ini tidak mau lihat lagi anggota dewan yang baru dengan semangat baru suka main senetron yang dimainkan ” oknum wakil rakyat ” karena ujung – ujungnya du,hit ( UUD ) .
Wakil rakyat yang sekarang ini urat malunya belum putus sehingga mereka merasa malu jika merampok uang rakyat. Oleh karena itu, rakyat berharap kepada wakilnya untuk berani bersuara untuk kepentingan rakyat yang mereka cintai . ditulis , 1 Oktober 2024 oleh Frans Kato .
Semuanya itu membuat





