Klivetvindonesia.com – Pontianak Pemecatan Ria Norsan Dari Partai berlambang Golkar menuai reaksi mendalam, bukan saja dari dalam Provinsi bahkan hingga kalangan Nasional, itu semua disebabkan DPD Golkar Provinsi Kalimantan Barat diduga tak beretika dalam memerintahkan sang anak kandung untuk memecat orang tuanya.
Ahmad Suhairi salah satu tokoh masyarakat kepada awak media mengatakan “Generasi muda yang cerdas adalah mereka yang paham bahwa politik bukan hanya tentang kekuasaan dan kemenangan, tetapi juga tentang menjaga nilai-nilai luhur bangsa. Dalam setiap langkah politik, etika adalah fondasi utama yang harus dijaga. Etika dalam berpolitik berarti selalu menjunjung tinggi norma-norma kesopanan, menghormati sesama, dan menjaga integritas pribadi serta kelompok.
Selanjutnya ia Mengatakan tanpa etika, politik kehilangan maknanya sebagai alat untuk membangun dan memajukan masyarakat. Mereka yang mengabaikan etika dalam politik sering kali melupakan nilai kemanusiaan dan keadilan, dan bisa disebut sebagai politisi oportunis, yang hanya memikirkan kepentingan pribadi dan mengabaikan kebaikan bersama.
Lebih lanjut ia mengatakan “Oleh karena itu, mari kita sebagai generasi penerus bangsa, terus berpolitik dengan hati yang bersih, sikap yang santun, dan tetap menghargai norma-norma yang ada. Dengan begitu, kita tidak hanya membangun masa depan yang lebih baik, tetapi juga menjaga martabat kita sebagai bangsa yang beradab.”_
“Mari kita sebagai generasi penerus bangsa, mengemban amanah dengan sikap yang santun dan penuh hormat. Dengan mengutamakan etika dan norma-norma kesopanan, kita tidak hanya membangun masa depan yang lebih baik tetapi juga mempertahankan martabat kita sebagai bangsa yang beradab. Setiap tindakan kita akan menjadi cermin dari integritas dan komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur. Dengan demikian, kita akan menciptakan masyarakat yang harmonis dan progresif, menjadikan setiap langkah kita sebagai kontribusi positif bagi kemajuan bangsa yang kita cintai.” Ajaknya
“Menjadi politisi oportunis, yang hanya mengejar keuntungan pribadi dengan mengabaikan nilai-nilai etika dan kepentingan umum, merupakan langkah yang sangat berisiko. Oportunisme politik dapat merusak kepercayaan masyarakat, mengabaikan keadilan, dan mengorbankan integritas demi kepentingan sesaat. Dampaknya tidak hanya terbatas pada kerugian pribadi, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas sosial dan kepercayaan terhadap institusi. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap politisi untuk memegang teguh prinsip dan etika, serta mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. Hanya dengan cara inilah kita dapat membangun politik yang adil, transparan, dan penuh tanggung jawab.” Tutupnya ( Red )





